Aktivis: Anak Aceh Butuh Lebih Banyak Buku

KAMIS, 14 APRIL 2016
Jurnalis: Zulfikar Husein / Editor : ME. Bijo Dirajo / Sumber foto: Zulfikar Husein

ACEH — Kalangan aktivis muda di Aceh Utara, Aceh, menilai saat ini masih sangat rendah kualitas membaca dibanding sejumlah daerah lain. Salah satu faktor penyebabnya dikatakan adalah minimnya buku.
Aktivis sedang mengumpulkan buku
“Apalagi anak-anak pedalaman Aceh, perpustakaan di desa dan sekolah mereka sangat sedikit bukunya, bahkan ada yang kosong,” ujar Intan, aktivis Perempuan Peduli Pendidikan di Aceh Utara, Kamis (14/4/2016).
Ia menambahkan, anak-anak Aceh butuh lebih banyak buku dan dengan jenis yang beragam. Hal tersebut penting, agar anak-anak memiliki pilihan dalam memilih buku bacaan yang mereka sukai.
Selain itu, faktor kemiskinan juga menjadi salah satu penyebab anak-anak Aceh menjadi ‘mals’ membaca buku. Anak-anak yang berasal dari keluarga miskin terpaksa menghabiskan waktu mereka untuk mencari uang daripada membaca buku.
“Seperti anak-anak nelayan, anak petani, anak-anak ini lebih memilih menghabiskan waktu mereka untuk melaut dan bertani daripada baca buku, karena memang mereka terpaksa, untuk membantu orang tuanya memenuhi kebutuhan hidup ,” katanya.
Ia berharap pemerintah menambah jumlah buku agar minat anak-anak di Aceh untuk membaca menjadi besar. “Kemudian pemerintah juga harus berfikir soal ekonomi, jangan sampai memaksa anak-anak yang seharusnya belajar, dipaksa untuk mencari nafkah,” pungkasnya.
Lihat juga...