Rename foto : Aplikasi E-Uji Kir Surabaya bisa diunduh diplay store_Charolin

Dishub Surabaya Permudah Layanan Kepada Masyarakat Melalui E-Uji Kir Surabaya

SURABAYA – Kemajuan teknologi yang pesat tentu membawa keuntungan yang luar biasa terkait penyampaian informasi. Didasari hal tersebut Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Surabaya memberikan layanan kepada masyarakat melalui E-Uji Kir Surabaya sejak Senin (11/4/2016) kemarin.

Plt. Dishub Kota Surabaya, Irvan Wahyu Drajad menerangkan sistem ini diperlukan untuk mempermudah masyarakat atau pemilik armada dalam mengecek kondisi kendaraan miliknya yang bisa diakses dimana saja dan kapan saja.

“Ini merupakan arahan bu Risma (Wali Kota Surabaya) untuk memberikan layanan publik berbasis aplikasi mobile,” terangnya saat dihubungi Cendana News, Selasa (12/4/2016).

Aplikasi yang diberi nama E-Uji Kir Surabaya ini bisa didapatkan dengan cara mengunduh di play store atau google store. Setelah selesai install, masyarakat disuguhkan pilihan di daerah Tandes atau Wiyung berdasarkan berat kendaraan untuk Tandes beban kendaraan minimal 3,5 ton sedangkan di Wiyung untuk beban berat kendaraan maksimal 3,5 ton.

“Setelah masuk aplikasi ada menu info, data teknis visual, rekom online dan hasil pemeriksaan,” ujarnya.

Didalam info terdapat keterangan info retribusi, alur pendaftaran, alur pengujian, uji berkala, kendaraan baru, mutasi masuk, mutasi keluar, numpang masuk dan numpang keluar.

Sedangkan didalam menu data teknis terdapat nomor uji kendaraan dan foto. Kemudian didalam menu rekom online terdapat username dan password bagi pemilik kendaraan yang datanya tersembunyi. Dan menu terakhir didalam hasil pemeriksaan terdapat realtime hasil pemeriksaan dengan menu pencarian nomor Surat Tanda Nomor Kendaraan (STNK) dan nama pemilik.

“Ini sebenarnya belum peluncuran masih sebatas uji coba melihat respon dari masyarakat seperti apa,” tukasnya.

Dishub sendiri berencana meluncurkan aplikasi ini saat Hari Ulang Tahun (HUT) Kota Surabaya, namun sebelum peluncuran dimulai, Dishub ingin menguji coba sekaligus melengkapi kekurangan yang ada agar nantinya bisa diluncurkan dengan sempurna ke masyarakat.

“Surabaya ingin menjadi pilot project dimana penerapan teknologi dalam pelayanan masyarakat,” pungkasnya.

Lihat juga...