SELASA, 12 APRIL 2016
Jurnalis : Henk Widi / Editor : ME. Bijo Dirajo/ Sumber Foto: Henk Widi
LAMPUNG — Kodim 0421/LS melakukan rapat koordinasi dengan berbagai instansi diantaranya Dinas Pertanian Tanaman Pangan dan Hortikultura (DPTPH), Badan Urusan Logistik (Bulog) Lampung Selatan, Badan Pelaksana Penyuluhan Pertanian, Perikanan dan Kehutanan (BP4K) Kabupaten Lampung Selatan untuk melakukan pembahasan serapan gabah (Sergab) petani di wilayah Provinsi Lampung, khususnya di wilayah Kabupaten Lampung Selatan.

Salah satu pembahasan rapat koordinasi tersebut diantaranya untuk mendapatkan hasil serapan padi yang maksimal dan terpenuhinya target 500 ribu ton di wilayah provinsi Lampung. Upaya penyerapan gabah petani tersebut dilakukan oleh Kodim 0421/LS dengan membentuk tim gabungan yang terdiri dari personil masing masing dari Babinsa, Distan, Upsus dan Bulog.
“Tim gabungan harus turun langsung ke lokasi panen secara serentak guna menyalurkan hasil panen kepada Bulog untuk memenuhi target serapan gabah petani”ujar Dandim 0421 /LS Letkol Inf I Ketut Mertha Gunardha saat dikonfirmasi Cendana News seusai rapat koordinasi dengan instansi terkait di aula Makodim setempat, Selasa (12/4/2016).
Teknis pelaksanaan di lapangan ungkap Dandim, Kodim akan membentuk sebanyak 5-6 tim gabungan dengan waktu yang sama dan sasaran berbeda di setiap desa yang sedang mengalami musim panen dan bergerak secara serentak ke lokasi siap panen.
“Kita pastikan setelah ada koordinasi dengan Bulog Divre Provinsi Lampung Bulog menyatakan siap membeli dengan sistem pembayaran cash di lapangan kepada petani”ungkap Dandim.
Penerapan sistem tersebut yang telah dikoordinasikan dengan beberapa instansi terkait diharapkan dengan pola seperti ini hasil gabah yang dicapai akan lebih baik.
Pada sambutannya Dandim 0421/LS Letkol Inf I Ketut Mertha Gunardha bahwa penting bagi Danramil dan Babinsa untuk mengetahui tentang serapan gabah dan beras dimasing masing wilayah. Oleh karena itu Dandim mengatakan agar petani dihimbau untuk menjual gabahnya atau berasnya ke Bulog dan mitra Bulog.
Sementara itu pihak Bulog Lampung Selatan yang langsung hadir Kepala Bulog Kalianda, Rycki menyampaikan, serapan gabah dan beras bisa memenuhi target apabila ada koordinasi dari beberapa pihak termasuk babinsa.
“Target sebesar 66 ribu ton bisa dipenuhi dengan melakukan kerjasama dengan banyak pihak diantaranya dengan membentuk tim sergab yang dilakukan oleh Kodim,”ungkapnya.
Bersama Kodim 0421/LS Bulog bahkan telah menggandeng sebanyak 13 mitra bulog yang masing masing siap menyerap gabah petani sebanyak 15ribu ton permitra. Upaya menggandeng mitra Bulog dilakukan untuk menyerap gabah petani sesuai target yang telah ditentukan.

Fakta di Lapangan Banyak Petani Jual Gabah ke Luar Lampung
Berdasarkan temuan Bulog dan pemantauan babinsa sistem penjualan gabah di tingkat petani masih belum bisa mencapai target akibat beberapa kendala diantaranya sistem penjualan gabah petani ke tengkulak. Penjualan gabah petani ke tengkulak di wilayah Lampung Selatan saat ini masih didominasi tengkulak dari wilayah luar Lampung.
“Kita tidak bisa menutup mata bahwa banyak tengkulak yang berani membeli gabah dari petani dengan harga lebih tinggi dan menjualnya ke luar provinsi Lampung diantaranya di wilayah Serang,”ungka Dandim.
Terkait penjualan gabah milik petani yang dijual ke luar wilayah Lampung, Plt Kepala Dinas Pertanian Tanaman Pangan dan Hortikultura Lampung Selatan, Ratnawati mengaku saat ini luasan lahan sawah di Kabupaten Lampung Selatan mencapai 45ribu hektar. Luasan lahan tersebut diharapkan mampu memenuhi target serapan gabah yang selama ini diharapkan oleh Bulog.
Bahkan dinas pertanian telah melakukan pendataan wilayah lahan pertanian sawah yang ada di Lampung Selatan yang akan memasuki masa panen pada musim panen April hingga Mei. Data dinas pertanian ungkap Ratnawati, masa panen raya di wilayah Lampung Selatan banyak terjadi di wilayah Kecamatan Candipuro dan Kecamatan Sidomulyo hingga akhir bulan April. Sementara pada bulan Mei masa panen raya dilakukan di wilayah Kecamatan Palas dan Sragi.
Ia mengungkapkan perlu ada upaya dari Bulog dan pihak terkait agar para petani bisa menjual gabah hasil panen ke Bulog meski selama ini para tengkulak telah membeli padi petani sebelum masa panen.
“Dinas pertanian dan instansi terkait dan Kodim harus mencari terobosan-terobosan agar bulog bisa membeli gabah dari petani diantaranya dengan memperbanyak mitra bulog,”ungkapnya.
Kedekatan wilayah Kabupaten Lampung Selatan dengan Provinsi Lampung ditengarai sebagai penyebab banyaknya gabah wilayah Lampung dijual ke luar Lampung. Selain ke provinsi Banten penjualan gabah juga banyak dilakukan petani ke wilayah provinsi Bengkulu dan Sumatera Selatan. Penjualan ke luar wilayah Lampung tersebut merupakan satu faktor kecilnya serapan gabah petani oleh Bulog.