Jalanan Sepi, Membuat Aksi Hipnotis Merjalela di Pontianak

PONTIANAK — Banyaknya bangunan perumahan toko (Ruko) di kawasan sepi, ternyata tidak membuat para pelaku kejahatan takut. Sebaliknya, mereka malah menjadikan daerah tersebut sebagai lahan aksi kejahatan.

Seperti yang terjadi tindakan kejahatan kerap kali terjadi di Jalan Abdurrahman Saleh, Kecamatan Pontianak Tenggara, Kota Pontianak, Kalimantan Barat. Kondisi jalan yang sepi membuat pelaku-pelaku kejahatan seringkali melakukan hal tersebut di daerah ini. Banyak sekali motif kejahatan yang dilakukan, seperti yang baru-baru ini terjadi sang pelaku melakukannya dengan menghipnotis korbannya.

“Saat itu saya sedang mengendarai sepeda motor, tiba-tiba dari arah yang sama datang dua orang dengan menggunakan sepeda motor berwarna putih dengan kendaran roda dua. Kemudian mereka menghentikan laju kendaraan motor saya,” tutur korban hipnotis bernama Pinyang, Selasa, 12 April 2016.

Setelah itu, pelaku menawarkan hanphone untuk ditukarkan dengan milik korban. Karena merasa tertarik dengan tawaran sang pelaku, maka korban pun menyetujui dan berjabat tangan dengan pelaku tersebut.

“Hasilnya saya terkena tipuan maut dari sang pelaku. Namun anehnya, saya masih dalam keadaan sadar karena saya dapat mengingat kejadian yang saya alami, tetapi pada saat pelaku memerintahkan untuk menyerahkan hanphone dan uang senilai Rp.100.000 , dengan mudahnya saya menurutinya,” jelas Pinyang, yang merupakan seorang mahasiswa perguruan swasta di Kota Pontianak.

Selain Pinyang, ada juga korban hipnotis lainnya. Adalah Marinus. Ia merupakan mahasiswa Universitas Tanjungpura Pontianak. “Ketika melewati jalan tersebut, tiba-tiba laju kendaraan motor saya dihentikan. Kemudian salah satu dari mereka turun dengan modus menanyakkan alamat. HP saya diambil,” ujarnya.

Petugas keamanan di Jalan Abdurrahman Saleh bernama, Karna (41) menuturkan, bahwa di daerah tersebut memang sering terjadi aksi kejahatan. Apalagi jika dihari menjelang lebaran ataupun tahun baru tindakan kejahatan semakin marak dilakukan.

“Pencopetan, perampokan, sampai yang baru baru ini terjadi yaitu dengan menghipnotis korbannya,” kata Karna.

Mengingat seringnya  terjadi hal-hal yang demikian, ia dan petugas keamanan lainnya akan lebih meningkatkan proses penjagaan. Tujuannya agar daerah ini lebih dapat terkontrol dengan baik.

“Kepada masyarakat setempat untuk lebih memawas diri agar kejadian-kejadian tersebut tidak terulang kembali,” ujarnya.

Kata Karna, tindakan kejahatan yang sering terjadi membuat masyarakat takut untuk melewati jalan tersebut. Pasalnya, mereka khawatir akan terjadi hal yang sama seperti korban-korban sebelumnya.

“Rasa khawatir itu pasti ada ketika kita mendengar berita kejahatan seperti yang telah terjadi yaitu dengan menghipnotis korbannya. Mendengar hal itu membuat diri saya pribadi menjadi resah jika melalui daerah tersebut karena ditakutkan akan ada korban-korban selanjutnya salah satunya saya sendiri,” jelasnya.

“Namun mengatasi hal itu kita harus lebih waspada, usahakan kita pergi bersama teman guna meminimalisir kejahatan yang akan terjadi. Kemudian jika bertemu dengan orang yang tidak kita kenal sebaiknya kita jangan memperdulikan orang tersebut, lebih baik kita menghindari dari pada kita terkendali,” ujar Jeksen Gabrilo Mahasiswa Universitas Tanjungpura  semester 2 ini.

“Harapan saya semoga pihak yang berwajib dapat segera menangkap pelaku kehajatan ini, supaya masyarakat tidak selalu dibuat resah jika melewati jalan tersebut,” ujar M Hardian salah satu masyarakat yang tinggal di Jalan Abdurrahman Saleh ini. (Aceng Mukaram)

Lihat juga...