Krisis Air, Pengelola Restoran Tambah Biaya Operasional

JUMAT, 18 MARET 2016
Jurnalis : Ferry Cahyanti/ Editor : ME. Bijo Dirajo / Sumber Foto: Ferry Cahyanti

BALIKPAPAN — Sejumlah pengelola restoran terpaksa menambah biaya operasional untuk memenuhi kebutuhan air, menyususl krisis sejak dua bulan terakhir. 
Salah satu resto di Balikpapan

“Selama ini kebutuhan air selalu dipenuhi oleh PDAM, namun sejak krisis dan diberlakukan pendistribusian bergilir jadi harus membeli untuk memenuhi kebituhan air bersih di restoran,” ungkap pemilik Dandito Restaurant, Rudi Setiawan di Balikpapan, Jumat (18/3/2016).

Menurutnya, setiap hari membeli air dengan satu kali pengisian mobil tangki ukuran 5.000 liter dengan harga Rp.375 ribu. 
“Karena tidak mungkin air diganti dengan tisu. Daripada kenyamanan pengunjung terganggu lebih baik mengeluarkan biaya mahal agar pengunjung merasa nyaman,” tandasnya.
Rudi mengaku, air menjadi kebutuhan utama dalam menunjang operasional restoran, sehingga biaya yang dikeluarkan untuk air cukup besar hampir 50 persen.
“Jika kondisi ini terus berlanjut harga bukan tidak mungkin naik,” imbuhnya.
Hal yang sama juga dikatakan Service Manager Ocean’s Resto, I Nengah Nurta. Ia mengatakan, ada kenaikan sekitar 5 persen untuk membeli air.
“Sejak krisis terjadi sudah empat kali membeli air dan kebetulan punya tangki cukup besar dengan kapasitas 10.000 liter sehingga mampu bertahan hingga 3 hari. Itu untuk masak, mencuci perlengkapan dan lainnya,” terangnya saat ditemui di resto nya.
Nengah mengharapkan kondisi ini tidak berlangsung panjang, karena jika lebih dari enam bulan bisa berdampak pada kenaikan harga makanan.
Lihat juga...