Kesadaran Masyarakat di Kota Jayapura untuk VCT Masih Rendah

SELASA, 1 MARET 2016
Jurnalis : Lidya Salmah / Editor : ME. Bijo Dirajo /  Sumber Foto: Lidya Salmah

JAYAPURA — Ketua Komisi Penanggulangan HIV dan AIDS Kota Jayapura, Nuralam mengakui, tingkat kesadaran masyarakat untuk melakukan tes HIV dan AIDS atau VCT masih rendah. Padahal,  langkah tersebut merupakan salah satu upaya membantu orang mengetahui secara lebih dini status HIV. Apalagi HIV itu seperti fenomena gunung es yang hanya tampak sedikit di permukaan.
Ketua Komisi Penanggulangan HIV dan AIDS Kota Jayapura, Nuralam
“Jadi ketika orang yang kita temukan positif HIV dari awal akan langsung kita intervensi supaya bisa kita cegah komplikasi yang lebih lanjut,”ungkap Nuralam di Kota Jayapura, Papua Selasa (1/3/2016)
Lanjutnya, masih adanya stigma buruk terhadap penderita HIV/AIDS termasuk dari kalangan petugas kesehatan, turut pula mempengaruhi dan menimbulkan ketakutan ketika mendengar tes HIV.
“Ketakutan ini biasanya disebabkan pada hasil yang didapatkan setelah melakukan tes. Tak ada yang perlu dikhawatirkan, karena tes HIV tak ubahnya seperti tes-tes kesehatan lainnya. Lebih cepat mengetahui status kesehatan, lebih baik dan lebih mudah untuk ditanggulangi,” ujarnya.
Nuralam tak menampik bahwa VCT harus dilakukan secara sukarela dan hak pribadi manusia untuk melakukan tes HIV.  Namun VTC tidak boleh ditakuti karena ada rahasia yang tidak bisa disampaikan ke publik.
“Kita sangat menghormati privasi seseorang sehingga hasil VTC bersifat rahasia, jadi tidak perlu takut,” tandasnya.
Sebelumnya, disebutkan jumlah penderita HIV/AIDS di Kota Jayapura  hingga kini  mencapai 3000 jiwa dengan seks bebas masih menjadi penyebab utama penularannya.
Lihat juga...