Peningkatan Indeks Konsumsi Rumah Tangga Sebabkan Inflasi di NTB

SELASA, 1 MARET 2016
Jurnalis : Turmuzi / Editor : ME. Bijo Dirajo /  Sumber Foto: Turmuzi

MATARAM — Terjadinya peningkatan indeks konsumsi rumah tangga pada lima kelompok pengeluaran,  yaitu kelompok bahan makanan sebesar 1,06 persen, kesehatan 0,57 persen, makanan jadi, minuman, rokok dan tembakau sebesar 0,41 persen, sandang 0,34 persen, perumahan 0,11 persen menyebabkan terjadinya inflasi di daerah pedesaan Nusa Tenggara Barat (NTB).
Dua pedagang bawang dan sejumlah kebutuhan lain di pasar tradisional Kebon Roek Ampenan, Kota Mataram nampak termenung menunggui barang dagangannya
“Inflasi terjadi, terutama di daerah pedesaan Provinsi terjadi, karena adanya peningkatan indeks konsumsi rumah tangga pada lima kelompok pengeluaran tersebut,” kata Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) NTB, Wahyudin di Mataram, Selasa (1/3/2016).
Sementara kelompok transportasi, komunikasi serta kelompok pendidikan, rekreasi dan olahraga mengalami penurunan indeks, yaitu masing – masing sebesar 0,04 persen dan 0,09 persen.
Wahyudin menjelaskan, berdasarkan hasil pemantauan harga – harga perdesaan pada delapan Kabupaten Provinsi NTB, terjadi nilai tukar petani (NTP) yang berfluktuasi setiap bulannya.
“Selain lima kelompok pengeluaran di atas, inflasi di daerah perdesaan NTB juga disebabkan karena meningkatnya harga sejumlah kebutuhan konsumsi rumah tangga seperti cabai merah dan putih, tomat, ikan dan sejumlah kebutuhan pokok lain,” terangnya.
Lihat juga...