SABTU, 26 MARET 2016
Jurnalis: Zulfikar Husein / Editor : ME. Bijo Dirajo / Sumber foto: Zulfikar Husein
JAKARTA — Sejumlah organisasi yang tergabung dalam Forum Pengurangan Risiko Bencana (PRB) Kabupaten Aceh Utara, Aceh membahas pengurangan risiko bencana banjir yang masih mengancam wilayah tersebut.
![]() |
| Forum Pengurangan Risiko Bencana Kabupaten Aceh Utara |
“Forum PRB salah satunya untuk berupaya mengurangi risiko bencana baik upaya pencegahan, mitigasi, kesiapsigaan tanggap darurat sebelum dan sesudah bencana,” ujar Dahlan M. Isa, Ketua Harian Forum PRB, kepada Cencana News, Sabtu (26/3/2016).
Dahlan menambahkan, Aceh Utara yang merupakan salah satu kabupaten yang terletak di wilayah pesisir bagai market bencana, terutama banjir yang dalam satu tahun dapat terjadi beberapa kali akibat luapan sungai yang berasal dari
Kabupaten Bener Meriah.
“Banjir juga terkoneksi dengan daerah lain, jika terjadi hujan deras di Bener Meriah, mengakibatkan luapan sungai dan banjir di Aceh Utara,” katanya.
Menurut Dahlan, salah satu upaya yang bisa dilakukan adalah dengan mengurangi dampak atau risiko bencana banjir. Salah satu upaya yang dilakukan forum PRB, adalah melestarikan kembali tanda-tanda alam yang diketahui masyarakat namun sering diabaikan.
“Banjir Aceh Utara bisa diatasai dengan mengurangi risiko bencana berbasis masyarakat, misalkan menguatkan masyarakat kembali dengan mengetahui tanda-tanda alam, misal semut naik keatas, ular buat sarang diatas dahan, dan sebagainya,” pungkas Dahlan.