SELASA, 22 MARET 2016
Jurnalis : Miechell Koagouw / Editor : ME. Bijo Dirajo / Sumber Foto: Miechell Koagouw
TMII JAKARTA — Tanah Pasundan nan sejuk asri merupakan suasana yang dibangun di Anjungan Provinsi Jawa Barat, Taman Mini Indonesia Indah (TMII). Atas restu Gubernur Jawa Barat Solihin G.P. bekerjasama dengan PT.Jawa Barat Mini dan PT. Alexlodge, maka pada tanggal 17 April 1975 diresmikan Anjungan/Paviliun Provinsi Jawa Barat TMII oleh Pejabat Gubernur Jawa Barat, A.Kunaefi.
| Kujang, senjata tradisional khas Jawa Barat mengapit Gong Perdamaian Nusantara |
Masuk melalui Gapura ‘Kujang’ (senjata tradisional Jawa Barat), melewati hamparan taman indah nan asri, maka pengunjung langsung berhadapan dengan bangunan Gong Perdamaian Nusantara (GPN) yang diresmikan oleh Wakil Gubernur Jawa Barat, Deddy Mizwar pada tanggal 20 Desember 2015.
Dalam upaya untuk memperkenalkan potensi Jawa Barat kepada seluruh masyarakat Indonesia dan mancanegara, maka Pemerintah Provinsi Jawa Barat menjadikan Anjungan Provinsi Jawa Barat TMII sebagai pusat pengenalan, pelestarian, pengembangan, pelayanan dan informasi seni, budaya, dan wisata Jawa Barat. Anjungan daerah Jawa Barat dibangun dengan mengambil bentuk Keraton Kasepuhan Cirebon. Pemilihan bentuk bangunan tersebut dilatarbelakangi sejarah bahwa cirebon merupakan pusat pengembangan Agama Islam pertama kali di Jawa Barat.
Bagian-bagian anjungan Provinsi Jawa barat sangat menarik dan memberikan nuansa nyaman dan edukasional karena dimulai dengan relief Jawa Barat yang menggambarkan sebagian sejarah sejak zaman pra sejarah. Bangunan induk anjungan Jawa Barat sesuai dengan bentuk aslinya disebut Keraton Pakungwati yang terbagi atas beberapa ruangan, yaitu :
1. Jinem Pangrawit, merupakan pelataran yang digunakan untuk tempat pameran aneka kerajinan tangan khas Jawa barat. Aslinya, tempat ini adalah tempat berkumpulnya para pengawal kerajaan.
2. Bangsal Pringgondani, merupakan tempat diorama dan replika berbagai macam benda tradisional yang menjadi ciri khas setiap kabupaten dan kota setingkat kabupaten yang ada di wilayah Provinsi Jawa barat. Aslinya, tempat ini adalah untuk pertemuan antara Sultan dengan bawahannya.
3. Bangsal Panembahan, berisi berbagai replika kesultanan berupa alat musik, senjata tradisional, dan diorama hewan buas harimau sebagai slaah satu simbol kesultanan. Aslinya, tempat ini adalah untuk peristirahatan Sultan di siang hari. Masih satu bagian dengan ruangan ini, terdapat ruangan bernama Bangsal Prabayaksa, tempat diletakkannya diorama pakaian adat dan peralatan kesenian Angklung khas Jawa Barat. Aslinya, tempat ini merupakan tempat dimana Sultan menerima para tamu Agung. Bangsal Prabayaksa juga difungsikan sebagai tempat diorama pakaian adat berikut barang-barang pecah belah berupa porselin tiongkok, india, dan arab.
Bangsal Pringgondani berisi miniatur dan replika berbagai macam ciri khas daerah-daerah di Jawa Barat beserta hasil-hasil kerajinan tangan khas masing-masing daerah, antara lain :
1. Kota Cirebon, dengan ciri khas kain batik dan topeng.
2. Kabupaten Kuningan, dengan ciri khas anyaman dan ukiran kayu.
3. Kabupaten Majalengka, dengan ciri khas berupa rumah adat Panjalin dari desa Panjalin, Sumber jaya, Majalengka.
4. Kabupaten Pangandaran, dengan ciri khas berupa perahu layar dan ragam hasil laut berupa kerajinan tangan batu-batuan laut dan kerang laut.
5. Kota Cimahi, dengan ciri khas kuliner rujak serta alat musik berupa gamelan dan gong.
6. Kota Banjar, dengan ciri khasnya kereta kencana dan kerajinan miniatur dari besi dan anyaman bambu atau dari rotan.
7. Kabupaten Ciamis, dengan ciri khasnya berupa kerajinan tas kulit, anyaman bambu, kain batik, dan kesenian Angklung.
8. Kabupaten Tasikmalaya, dengan ciri khas berupa kerajinan tangan mulai kain, sepatu, sandal, dan lain-lainnya.
9. Kota Tasikmalaya, dengan ciri khasnya berupa kain batik, kerajinan tangan, kain batik, dan seni kaligrafi Islam.
10. Kabupaten Garut, dengan ciri khasnya berupa busana dari kulit, mulai dari jaket, sepatu, dompet, dan tas. Kemudian kain batik dan batu akik.
11. Kabupaten Sumedang, dengan ciri khas berupa ukiran-ukiran kayu dan ragam permainan anak-anak yang dibuat dari kayu.
12. Kabupaten Bandung barat, dengan ciri khas berupa kain batik dan ragam kerajinan tangan.
13. Kabupaten Bandung, dengan ciri khas berupa ‘Kujang’ yaitu senjata tradisional Jawa Barat, ragam keris pusaka, dan kerajinan tangan.
14. Kota Bandung, dengan ciri khas boneka cepot dan ragam kain batik serta kerajinan tangan.
15. Provinsi Jawa Barat, dilambangkan dengan kesenian Wayang Golek khas Jawa Barat dengan salah satu tokoh sentral adalah si cepot.
16. Kabupaten Subang, dengan ciri khas ragam ukiran kayu, peralatan rumah tangga, dan porselin.
17. Kabupaten Purwakarta, dengan ciri khasnya berupa porselin guci bermotif batik dan Wayang golek.
18. Kabupaten Karawang, dengan ciri khas kerajinan tangan anyaman dan seni tari khas Karawang.
19. Kota Bekasi, dengan ciri khas berupa kerajinan tangan cinderamata.
20. Kabupaten Bekasi, dengan ciri khas kerajinan tangan cinderamata dari bahan kerang, dan kerajinan tangan berupa cinderamata unik lainnya.
21. Kabupaten Cianjur, dengan ciri khas kesenian wayang golek tokoh si cepot, kuliner kerupuk, seni angklung, dan kerajinan tangan berbahan kuningan.
22. Kota Depok, dengan ciri khas juga berupa kerajinan tangan berbentuk cinderamata.
23. Kota Bogor, dengan ciri khas kesenian dari musik, tari, sampai wayang golek.
24. Kabupaten Bogor, dengan ciri khas kesenian Angklung, kain batik, dan wayang golek si cepot.
25. Kota Sukabumi, dengan ciri khas berupa kerajinan tangan perhiasan dari emas, perak, kerang laut, dan bahan baku lainnya.
26. Kabupaten Sukabumi, dengan ciri khas berupa kain batik, dan hiasan-hiasan dari kerang laut dan batuan laut yang indah, beserta mutiara.
27. Kabupaten Indramayu, dengan ciri khas berupa kain batik.
28. Kabupaten Cirebon, dengan ciri khas berupa kain batik dan ukiran kayu.
| ?Angklung, alat musik dan kesenian tradisional khas Jawa Barat |
Saat dikunjungi, di Bangsal Pringgondani sedang dilakukan latihan Musik tradisional Jawa barat yakni : Angklung. Sekelompok pemusik wanita berkebangsaan Jepang membawakan lagu ‘Bohemian Rhapsody’ milik grup musik legendaris Queen dengan apik dan mempesona diiringi bongo serta alat musik pukul lainnya yang terbuat dari bahan bambu untuk mengiringi alunan khas alat musik angklung yang mereka mainkan.
Namun begitu, alat musik tradisional khas Jawa barat bukan hanya angklung saja. Berikut alat-alat musik khas Jawa barat lainnya dimana sebagian besar terbuat dari bahan dasar bambu, yakni :
1. Kecapi, alat musik yang terbuat dari kayu kenangayang direndam terlebih dahulu selama tiga bulan. Senarnya harus terbuat dari kawat suasa (logam campuran emas dan tembaga) agar suaranya bagus.
2. Celempung, wadrita tradisional ini dibuat dari ruas bambu dengan sembilunya sebagai senar berfungsi sebagai pengatur irama lagu dalam orkestra yang dinamakan celempungan.
3. Suling, alat tiup dalam karawitan Sunda, terbuat dari bambu tamiang sapu, berlubang 4 berlaras pelog, dipakai untuk melodi dalam gamelan degung, berukuran panjang 24-28 senti meter dengan susunan tutupan nada.
4. Karinding, alat musik tiup tradisional Sunda, dibuat dari pelepah pohon enau atau bambu yang dipukul dengan jari tangan.
5. Gamelan, lebih dikenal dengan istilah Degung Sunda, terbuat dari tembaga.
6. Bangsing, alat musik tiup Banten dan Jawa Barat, terbuat dari bambu tamiang sapu.
Selain bangunan induk dengan ruangan-ruangan yang menjadi bagian didalamnya, masih ada beberapa bangunan lain, yaitu :
1. Ajeng, tempat penyajian kesenian untuk menyambut tamu-tamu penting.
2. Langgar Alit, dipergunakan untuk tempat beristirahat para pengunjung anjungan Jawa barat TMII.
3. Sri Menganti, dipergunakan sebagai perpustakaan.
4. Lunjuk, digunakan sebagai tempat untuk Kantor Kepala anjungan dan tata usaha.
5. Rumah adat tradisional Jawa Barat, berbentuk panggung dengan dinding bambu/bilik.
6. Jinem Arum, difungsikan sebagai kantin yang menyediakan ragam kuliner khas Jawa Barat.
7. Kaputren, berfungsi sebagai tempat untuk kantor promosi dan informasi.
8. Kaputran, tepat dipinggir danau arsipel di bagian belakang anjungan, sebagai wisma bagi para seniman yang akan tampil di Anjungan Jawa Barat TMII.
9. Kolam Taman, tempat para pengunjung anjungan berfoto bersama.
10. Panggung kesenian, tempat pementasan pergelaran kesenian daerah khas Jawa Barat.
11. Replika Batu Tulis Ciaruteun, merupakan replika dari Prasasti Batu Tulis Ciaruteun di desa Ciaruteun.
12. Berbagai bangunan lainnya seperti : Ruang rapat, Mushola, Toilet, dan beberapa saung khas Jawa Barat sebagai tempat beristirahat bagi para pengemudi yang mengantar pengunjung.
Berbagai adat dan budaya khas Sunda serasa membawa pengunjung anjungan provinsi Jawa barat serasa berkunjung langsung ke tanah Pasundan nan sejuk, asri, dan ramah dengan semua keelokan serta kelembutan yang ditawarkan.
| Bangsal Panembahan |
Sama seperti betapa ramah dan lembutnya para instruktur tari tradisional khas Jawa barat yang pada waktu-waktu tertentu membuka kelas menari di Panggung kesenian anjungan provinsi Jawa Barat bagi masyarakat sekitar area TMII untuk kelas usia anak-anak, remaja, dan dewasa.