KAMIS, 10 MARET 2016
Jurnalis : Bobby Andalan / Editor : ME. Bijo Dirajo / Sumber Foto: Bobby Andalan
BALI — Momen indah Nyepi ternoda oleh seorang pria bernama Jhon Manek yang memposting kata-kata berbau SARA di akun Facebook miliknya. Belakangan, pria bernama asli Yanuarius Manek (24) mengaku tak pernah memposting kata-kata tersebut. Ia menduga akun Facebooknya telah diserang hacker. Ia lantas kemudian melaporkan hal itu ke Polda Bali.
![]() |
| Pelaporan akun yang dihacker |
Jhon mengaku tak pernah membuat status yang berbau SARA tersebut. Ia merasa akunnya telah dibajak oleh hacker. Atas hal itu pula ia melapor ke Polda Bali.
Kuasa Hukum Yanuarius, Yulius Benyamin Seran menuturkan, ia menyerahkan sepenuhnya permasalahan tersebut kepada proses hukum. Sebab, ia melanjutkan, kliennya merupakan korban dari kriminalitas hacker.
“Jhon Manek sebagai pemilik akun Facebook tidak pernah melakukan postingan yang bernuansa SARA seperti yang sudah berkembang di dunia maya,” papar Yulius usai melaporkan kasus tersebut ke Unit Cyber Crime Polda Bali.
Ia meminta kepada umat Hindu Bali tidak terpancing dengan isu tersebut. Apalagi, kata dia, dari catatan yang diperolehnya terdapat tiga orang yang telah menjadi korban hacker dengan postingan menyingging umat Hindu dan Nyepi.
“Kami mencatat ada dua orang lain daripada klien kami yang mengalami hal serupa yakni, Jhony Celular yang sudah melapor ke Polda Metro Jaya dan Sukrawan Dwi Mahendra,” katanya.