Musim Hujan, Petani Cabai di Mataram Mengaku Rugi

KAMIS, 10 MARET 2016
Jurnalis : Turmuzi / Editor : ME. Bijo Dirajo /  Sumber Foto: Turmuzi

MATARAM — Musim hujan yang berlansung tahun ini selain menyebabkan kerugian pada penjual tomat, sayur, termasuk buah – buahan, juga menyebabkan tanaman cabai milik petani di Kota Mataram mengalami kerusakan.
Tanaman cabe salah satu petani
“Pada musim hujan tahun ini, petani mengalami kerugian, banyak buah cabai milik petani yang rusak dan busuk karena terlalu sering terkena hujan,” kata Hasan, petani cabai Kelurahan Sekarbela, Kota Mataram, Kamis (10/3/2016).
Padahal, tanaman cabai petani yang rusak akibat terlalu sering diguyur hujan tersebut baru beberapa kali panen, kebanyakan buah cabai membusuk dan berulat, termasuk juga pohonnya.
Ia menambahkan, upaya membuat selokan di setiap pinggir cabai sudah dilakukan, supaya air hujan yang turun tidak menggenang dan bisa mengalir keluar dari sawah, tapi seringnya terkena hujan membuat suhu tanah menjadi dingin, sehingga buah cabai menjadi busuk sebelum dipanen.
“Kalau biasanya satu kali musim tanam dan cuaca normal, petani bisa memanen buah cabai bisa sampai satu bulan, sekarang baru beberapa kali sudah rusak akibat hujan, makanya petani merugi,”sebutnya.
Dikatakan, dengan banyaknya petani mengalami gagal panen salah satu penyebab kenapa harga cabai di pasaran sampai sekarang sampai mahal, di mana satu kilo harganya mencapai Rp.40 ribu, karena karena sangat langka.
Lihat juga...