Kenaikan Beberapa Komoditas Dikeluhkan Ibu Rumah Tangga di Lampung

KAMIS, 10 MARET 2016
Jurnalis : Henk Widi / Editor : ME. Bijo Dirajo/ Sumber Foto: Henk Widi 

LAMPUNG — Kenaikan harga kebutuhan pokok terutama bumbu dapur di sejumlah pasar tradisional dikeluhkan kaum ibu rumah tangga (IRT). Kenaikan tersebut sudah terjadi sejak sepekan terakhir dan terus merangkak tanpa diketahui penyebabnya.
Bumbu dapur
Kenaikan sejumlah kebutuhan pokok tersebut pun diakui sejumlah pedagang di pasar inpres Kalianda Kecamatan Kalianda, Pasar tradisional Desa Pasuruan Kecamatan Penengahan, Pasar tradisional Bakauheni Kecamatan Bakauheni serta pasar Pematang Pasir Kecamatan Ketapang, serta pasar Sidomulyo Kecamatan Sidomulyo.
“Saya belanja bawang putih dan bawang merah, karena harganya sudah naik saya terpaksa mengurangi jumlah pembelian karena mau stok banyak juga takut busuk,”ungkap Amsaroh (34) salah satu ibu rumah tangga saat ditemui  Cendana News di pasar tradisional Desa Bakauheni, Kamis (10/3/2016).
Ia mengaku mengeluh dengan kenaikan harga sejumlah komoditas untuk keperluan dapur mempengaruhi kebutuhan lainnya, seperti perangkat sekolah anak dan lainnya.
Dibandingkan harga bahan pokok dan daging ayam yang heboh mengalami kenaikan, harga bawang merah dan bawang putih naik paling signifikan. Hal ini menimbulkan keresahahan di kalangan pedagang tradisional di Pasar Kalianda, Pasar Bakauaheni dan sejumlah pasar lainnya.
Harga bawang merah satu kilogram yang awalnya Rp25.000 naik drastis mencapai Rp30.000 per kilogram. Nasib sama dialami oleh bawang putih, sebelumnya di pasar berkisar Rp35.000 hingga Rp40.000 saat ini mencapai Rp60.000.
Salah seorang pedagang, Samsiah, mengungkapkan kenaikan terjadi masih dalam kurun waktu satu minggu.
“Belum ada semingu kenaikannya, tapi penyebabnya kami tidak tahu karena saya memang mengambil barang dagangan dari penjual besar di wilayah sini dan terpaksa harga kami naikkan karena sudah naik dari pedagang besar,” kata Samsiah saat ditemui di los miliknya.
Ia meresahkan harga bawang merah dan bawang putih yang melonjak tinggi. Hal tersebut akan berdampak pada nasib warung sembakonya. Dalam beberpa waktu terakhir daya beli masyarakat menurun. 
Menurutnya, penurunan daya beli tersebut juga dipengaruhi karena mayoritas pembelinya ialah petani yang mengalami gagal panen di sawah atau ladangnya, sehingga tak ada pemasukan untuk membeli kebutuhan pokok.
Sementara itu pantauan Cendana News, beberapa harga komoditas masyarakat di pasar tradisional lainnya pun naik. Kenaikan harga tersebut diantaranya harga telur ayam ras terus naik sampai menembus angka Rp.22.000 per kilogram, sedangkan sebelumnya Rp.18.000 per kg.
Harga beras untuk semua jenis juga mengalami kenaikan berkisar Rp500 per kilogram. Harga beras kualitas bagus (premium) naik dari Rp10.500/kg menjadi Rp11.000/kg dan kualitas sedang dari Rp9.500 menjadi Rp10.000/kg.
Bahan pokok yang masih stabil harganya, yakni minyak goreng Rp15.000/kg, gula pasir Rp11.000/kg.
“Walaupun naik, tapi semua stok kebutuhan pokok masih aman dan perubahan harga terkadang sulit dikendalikan apalagi saat sekarang ini musim tidak menentu,”ungkap salah satu pedagang.
Beberapa komoditas yang mengalami penurunan di pasar tradisional diantaranya seperti cabai merah turun dari Rp80.000 per kg menjadi Rp40.000 per kg, cabai rawit turun dari Rp80.000 per kg menjadi Rp40.000 per kg, gula merah dari Rp14.000 per kg menjadi Rp12.000 per kg.
Sementara itu kenaikan harga pada tomat karena cuaca mulai memasuki musim penghujan sehingga petani mengalami kesulitan penanaman dan panen karena busuk, bahkan harga Tomat 1 kilogram sebelumnya bisa hanya Rp1.000,- kini bisa mencapai Rp.3ribu. Sementara harga kebutuhan lain seperti ikan, daging ayam serta daging masih cukup tinggi.
Meski beberapa kebutuhan naik, namun tak menyurutkan minat ibu ibu rumah tangga untuk berbelanja. Saat ini, bahkan kebutuhan harian warga terpenuhi dengan adanya penjual sayur mayur yang masih segar di pasar tersebut, tanpa harus menunggu hari pasaran yang biasa dilakukan pada hari Selasa dan Hari Jumat. Selain kebutuhan sayur, warga biasa membeli kebutuhan beras, cabe, bawang merah, bawang putih, serta kebutuhan lainnya.
Beberapa pedagang mengatakan kemungkinan penurunan harga kebutuhan pokok masyarakat membutuhkan waktu dan tidak bisa serta merta saat BBM turun. Sementara berbagai faktor lain terutama pasokan dan masa panen yang sedang berlangsung di sentra sentra pertanian menjadi penyebab kenaikan harga sejumlah kebutuhan masyarakat.
Lihat juga...