JUMAT, 5 FEBRUARI 2016
Jurnalis: Zulfikar Husein / Editor: Gani Khair / Sumber foto: Zulfikar Husein
ACEH—Prajurit Tentara Nasional Indoenesia (TNI) Kodim 0103 Aceh Utara, Provinsi Aceh, melakukan evakuasi terhadap seorang bocah miskin di wilayah pedalaman di Desa Seumirah, Kecamatan Nisam Antara, Aceh Utara, Jumat (5/2/2016). Evakuasi dilakukan karena sang bocah mengalami kondisi gizi buruk.

Fakhrul Ula, masih berusia 2,5 tahun. Anak ketujuh dari pasangan Abu Bakar (65 tahun) dan Ti Hawa (32 tahun) ini sudah sejak dua bulan terakhir menderita gizi buruk. Kemiskinan membuat kedua orang tuanya membiarkan kondisi yang dialami Fakhrul.
“Sudah dua bulan terakhir, awalnya dia mengeluh sakit perut terus mencret, tiba-tiba perutnya kembung seperti ini,” ujar Ti Hawa, sambil menggerak-gerakkan badannya mencoba mendiamkan Fakhrul yang menangis dalam gendongannya.
Pasangan tersebut dikarunai tujuh orang anak. Semuanya masih dalam kondisi kecil. Anak sulungnya, masih duduk di bangku kelas 1 Sekolah Menengah Pertama (SMP). Dikeluarga ini, Fakhrul bukan anak yang pertama menderita gizi buruk atau busung lapar. Sebelumnya, abang kandung Fakhrul, juga menglamai hal yang sama. Namun kini, abangnya itu telah sembuh setelah diobati secara intensif oleh pihak puskesmas.
Sementara Fakhrul, kata Ti Hawa, suaminya tidak mampu mengeluarkan biaya untuk pengobatan bocah itu. Bukan hanya untuk berobat, ayahnya yang hanya bekerja sebagai pedagang pisang itu bahkan tak sanggup untuk biaya transportasi. “Karena suami saya tidak punya uang. Rencananya tunggu ada uang baru kami bawa ke puskesmas,” kata Ti Hawa.

Sementara itu, bidan desa setempat, kepada Cendana News, mengatakan sebelumnya telah membujuk keluarga itu untuk membawa Fakhrul ke rumah sakit. Namun sayang, Abu Bakar, tak mengizinkannya.
“Pernah cek ke puskesmas, lalu kata dokter disuruh balik lagi, mereka tidak balik. Saya datang dan bujuk agar mau dibawa ke rumah sakit, karena kondisi anak ini sangat memprihatinkan, tapi suaminya tidak mau mengizinkan,” kata Maidiana.
Ia menambahkan, alasan Abu Bakar tidak mengizinkan karena istrinya baru melahirkan adik Fakhrul, anak ketujuhnya, sehingga istrinya belum boleh keluar. “Disuruh tunggu 44 hari setelah istrinya melahirkan, tapi sampai hari ini nggak juga dibawa ke puskesmas,” katanya.
Sementara itu, Komandan Kodim 0103 Aceh Utara, Letkol Eka Oktavian Wahyu Cahyono, melalui Perwira Penghubung, Kapten Kavaleri Yusri, mengatakan, pihaknya prihatin dengan kondisi Fakhrul. Karenanya, mereka mencoba membujuk dan membawa bocah tersebut ke rumah sakit.
“Kami prihatin, kalau tidak ditolong segera bisa berkaibat fatal buat bocah itu. Lagi pula bocah ini juga merupakan orang miskin dan tinggal di pedalaman Aceh Utara, ayahnya hanya penjual pisang, ia harus segera ditolong, kami juga memberi sejumlah sembako,” ujar Yusri.