
Koperasi Mina Bahari 45 tak hanya mengelola Pabrik Es. Namun juga semua potensi ekonomi yang ada di Pantai Depok. Selain Pasar Ikan, Koperasi Mina Bahari juga mengelola kawasan itu sebagai obyek wisata. Untuk menambah kelengkapan fasilitas obyek wisata, Koperasi bahkan membangun sebuah kolam renang. Sementara itu, dalam aspek kekayaan lautnya, Pasar Ikan Depok mampu menyediakan beragam ikan hasil tangkapan para nelayan.
Titiek Soeharto yang menyempatkan diri mengelilingi pasar ikan, memborong sejumlah ikan asli tangkapan para nelayan. Sesudah memastikan kondisi pasar ikan yang bersih dan tak ada keluhan dari para pedagang, Titiek memantau kondisi TPI Depok, untuk kemudian bersambung rasa dan temu wicara dengan ratusan nelayan Pantai Depok dan petani di wilayah Bantul, Yogyakarta.

Dalam sambungrasa tersebut, Titiek mengapresiasi Koperasi Mina Bahari 45 yang mampu memberdayakan anggotanya, memanfaatkan segala potensi yang ada dan mampu meningkatkan kesejahteraan anggotanya. Namun demikian, Titiek mengingatkan, agar pembangunan di kawasan pesisir tetap memperhatikan lingkungan dan kearifan lokal.
Lebih jauh Titiek mengatakan, pembangunan di daerah pesisir saat ini memang sedang ditingkatkan. Bahkan, ada istilah kawasan selatan sebagai halaman depan Kota Yogyakarta. Untuk itu, pemerintah juga sedang membangun jalan di kawasan selatan tersebut sejauh 117 Kilometer. Dengan adanya pembangunan itu, kata Titiek, pantai yang indah bisa menjadi potensi ekonomi.
Selain itu, pembangunan kelautan juga dikembangkan dengan adanya Pelabuhan Tanjung Adikarta. Juga pengembangan teknologi dan penanggulan hama untuk meningkatkan produksi ikan di DIY, serta pendampingan nelayan dan petani. Semua itu, diharapkan Titiek mampu dimanfaatkan sebesar-besarnya oleh warga masyarakat pesisir selatan untuk mengembangkan ekonominya. Namun sekali lagi, kata Titiek, semua proses pembangunan itu tetap harus dengan menjaga kearifan lokal dan menjaga lingkungan.
Sambungrasa dan temu wicara bersama Titiek Soeharto, kemudian diakhiri dengan penyerahan sejumlah bantuan dari Kementerian Kelautan dan Perikanan berupa 10 paket alat pengolahan, 10 alat kerja untuk konservasi mangro, 20 paket obat-obatan PPPK (Pertolongan Pertama Pada Kecelakaan) untuk nelayan dan 2 tenda untuk respati bahari. Juga sejumlah bantuan pribadi dari Titiek Soeharto yang diberikan kepada 10 pedagang peyek di Pantai Depok.