
Setiap hari mampu memproduksi kursi ban bekas antara empat hingga tujuh set. Satu set terdiri empat kursi dan satu meja bundar yang juga terbuat dari ban bekas. Pada awal mula merintis usaha kursi terbuat dari ban bekas, menurut Ahmad Zamroni pemilik usaha, hanya sekadar coba-coba saja. Tapi ternyata banyak yang suka, karena kelihatan unik dan harga lebih murah.
Harga yang ditawarkan berkisar Rp 1,5 juta hingga 2,3 juta. Harga tersebut untuk dalam Kota Kendari. Bila pesanan dari luar Kendari, tentunya ditambah biaya ongkos kirim. Tergantung jarak dan lokasi barang akan dikirim.
Sebelum menekuni usaha pembuatan kursi ban, Zamroni bekerja dibidang pembuatan baut. Aneka baut dapat dibuatnya. Zamroni yang berasal dari Jawa ini mengaku, usaha pembuatan baut berhenti karena kesulitan bahan baku. Lalu dia mulai mencoba merantau di Pulau Sulawesi. Dia kemudian berjualan keliling dan berpindah-pindah, hingga akhirnya merantau di Kota Kendari.

UD Tilas Ban tidak hanya bisa memproduksi kursi ban, tapi juga membuat tong sampah dari ban bekas. Sudah puluhan tong sampahnya sudah dipasang di beberapa tempat di Kota Kendari.
Produk ban bekas yang diproduksi UD Tilas Ban sudah sering diikutkan dalam event pameran yang berlangsung di Kota Kendari. Misalnya event pameran Halo Sultra sebagai peringatan HUT Provinsi Sultra dan event Kendari Expo rangkaian HUT Kota Kendari.
