MINGGU, 21 FEBRUARI 2016
Jurnalis: Agus Nurchaliq / Editor : ME. Bijo Dirajo / Sumber foto: Agus Nurchaliq
MALANG — Para pelaku peduli budaya dan seni Malang Raya serta beberapa fotografer menggelar sesi pemotretan di komplek Candi Badut yang berada di desa Karang Besuki, kecamatan Dau, Kabupaten Malang, Jawa Timur. Melalui hasil jepretan para fotografer dan juga media, mereka ingin mengenalkan budaya Indonesia ke masyarakat luas.
![]() |
| sesi pemotrtan di Candi Badut |
Menurut salah satu penggagas acara, Priyo Sunanto (56) atau lebih akrab disapa mbah Priyo mengaku, kegiatan ini adalah wujud kepedulian kami yang ingin sekali menjaga dan melestarikan berbagai seni dan budaya yang ada di Indonesia.
“Kita ajak dan kenalkan kepada masyarakat dan juga anak cucu kita tentang seni dan budaya di Indonesia, agar mereka juga bisa ikut menghargai seni dan budaya bangsa mereka sendiri. Karena kalau bukan kita yang menghargai, siapa lagi,”ujarnya kepada Cendana News, Minggu (21/2/2106).
Menurutnya, seni dan budaya Indonesia sangat adi luhur, karya pujangga-pujangga terdahulu belum ada yang bisa menanndinginya. Untuk itu melalui media dan juga hasil jepretan fotografer dikenalkan kepada masyarakat.
“Tidak hanya itu, melalui foto kami juga ingin melestarikan permainan anak-anak yang kini sudah mulai di tinggalkan,”sebutnya.
![]() |
| Mbah Priyo |
Mbah Priyo menyampaikan, ternyata permainan anak-anak sangat bermanfaat bagi kehidupan kita sehari-hari karena permainan anak yang diciptakan oleh para pendahulu tidak hanya berprinsip pada olah rogo (olah raga) saja tetapi juga olah roso (olah rasa).
Mbah Priyo menjelaskan, dalam kegiatan ini ia mengundang semua komunitas yang peduli terhadap seni dan budaya untuk turut serta mengikuti kegiatan pemotretan ini.
“Dalam kegiatan ini kami sama sekali tidak ada tendensi politik atau yang lainnya, yang penting bagi kami adalah mengangkat seni dan budaya Indonesia. Wajib hukumnya bagi masyakat Indonesia untuk ikut menjaga dan melestarikan seni dan budaya dalam negeri,”tuturnya.
Sementara itu, pemilihan Candi Badut sebagai tempat diselenggarakannya kegiatan ini menurut mbah Priyo menyebutkan, karena Candi Badut adalah candi tertua di Jawa Timur.
“Meskipun merupakan candi tertua di Jawa Timur, namun masih sedikit masyarakat yang tahu mengenai candi ini. Oleh karena itu, kegiatan ini juga sekaligus ajang untuk mempromosikan Candi Badut kepada masyarakat,”ungkapnya.



