MINGGU, 14 FEBRUARI 2016
Jurnalis: Koko Triarko / Editor: Gani Khair / Sumber foto: Koko Triarko
YOGYAKARTA—Sebanyak 100 lebih lukisan tentang Candi Borobudur dipamerkan di Galeri Sekolah Menengah Seni Rupa (SMSR) di Bugisan, Bantul, Yogyakarta, Minggu (14/2/2015). Tak sekedar memamerkan lukisan, acara bertajuk Seni dan Emosi (Art and Emotion) merupakan upaya penggiatan lagi semangat gotong-royong di kalangan seniman yang akhir-akhir ini dinilai luntur.

Pameran lukisan “Borobudur Hari Ini (Borobudur Today)” bertema Seni dan Emosi (Art and Emotion) yang diadakan di Gedung Galeri SMSR Yogyakarta merupakan kegiatan tahunan yang diadakan oleh Rumah Seni Limanjawi (Limanjawi Art House), Borobudur, Magelang, Jawa Tengah. Limanjawi sendiri merupakan komunitas seni budaya di Borobudur, yang saat ini eksistensinya telah pula menjadi bagian dari wisata edukatif di kawasan obyek wisata Candi Borobudur.
Ketua penyelenggara pameran, Klowor Waldiyono, ditemui usai acara pembukaan pameran, Sabtu (14/2/2016), menjelaskan, Rumah Seni Limanjawi merupakan salah satu ruang publik yang mewadahi semua kegiatan seni dan budaya dan kearifan lokal yang selalu mengagendakan salah satu acaranya yang di tahun ini disambut antusias oleh Komunitas Perupa Oplosan, dengan membuat lukisan sepanjang 100 meter.

Klowor mengatakan, lukisan sepanjang 100 meter itu kemudian dipotong-potong dan dikembalikan kepada masing-masing pelukisnya untuk disempurnakan. “Lalu, hasilnya adalah pameran lukisan ini”, ujar Klowor.
Dijelaskan lagi, pameran lukisan dengan berbagai gaya dan aliran itu sengaja dipamerkan di Galeri SMSR, sebagai upaya memberikan wacana dan referensi lain bagi para siswa sebagai generasi penerus.
Pesan lain dalam pameran ini, kata Klowor, bahwa dengan kebersamaan dan keiklasan bergotong-royong mampu membuahkan kebahagiaan seperti ini. “Hal ini penting, karena semangat gotong-royong di Yogyakarta ini mulai luntur”, ungkap Klowor.

Sementara itu, Kepala Selokah SMSR Yogyakarta, Rakhmat Supriyono, menyambut baik diadakannya pameran lukisan di lingkungan pendidikannya. Menurutnya, berbagai teknik baru, gaya dan material pelukis yang tertuang dalam lukisan yang dipamerkan akan menjadi referensi yang mahal bagi calon-calon seniman yang sedang digembleng di SMSR.
Sedangkan perwakilan dari Rumah Seni Limanjawi, Umar Chusaeni menjelaskan, bahwa tema Seni dan Emosi atau Art and Emotion adalah emosi merujuk pada suatu perasaan dan pikiran yang khas, suatu keadaan biologis dan psikologis dan serangkaian kecenderungan untuk bertindak.
Artinya lagi, bahwa seni itu membutuhkan totalitas dalam bekerja dan berkarya, sehingga mampu menghasilkan karya positif yang luar biasa. Dan, pameran lukisan Borobudur Hari Ini merupakan hasil dari kerja total, yang akan berlangsung sepekan sejak 14-19 Februari 2016.