MINGGU, 14 FEBRUARI 2016
Jurnalis: Aceng Mukaram / Editor : ME. Bijo Dirajo / Sumber foto: Istimewa
SAMBAS — 265 rumah di Dusun Lubuk Lagak, Desa Lubuk Dagang, Kecamatan Sambas, Provinsi Kalimantan Barat, terendam banjir akibat hujan yang mengguyur selama empat hari terakhir. 363 kepala keluarga (KK) ini masih tetap bertahan di rumahnya dengan cara membuat panggung yang lebih tinggi. Itu dilakukan guna mencegah harta bendanya dari penjarahan.
| Banjir di Kabupaten Sambas |
“Sudah empat hari ini kita dilanda banjir,” ujar Kepala Dusun Lubuk Lagak, Abdul Muis, kemarin.
Abdul Muis menjelaskan, warga semakin khawatir banjir akan meninggi, mengingat mendung masih menyelimuti sedangkan persedian sembako sudah menipis.
“Kami sangat khawatir, apalagi hari masih mendung. Kalau hujan dapat dipastikan banjir akan meninggi. Kami mohon bantuan kesehatan dan sembako. Ada 130 bayi, Lansia 72, dan ibu hamil 9 orang di dusun kami,” jelas Abdul Muis.
Warga Dusun Lubuk Lagak, Daud (58) megakui, banjir kali ini lebih parah dari tahun sebelumnya. Ia menduga, luapan air yang merendam wilayahnya merupakan kiriman dari perhuluan sungai Sambas dan Bengkayang.
“Dulu sungai ini sangat luas. Banjir tidak seperti ini. Dari hulu sungai terlihat penyempitan karena tumbuhan, sehingga masyarakat meminta sungai diperluas,” kata Daud.
Sementara itu, Bupati Sambas, Juliarti Djuhardi Alwi mengatakan, menanggulangi bencana banjir di Kabupaten Sambas, pihaknya telah membentuk tim dan membuka Pos Penganggulangan Bencana dengan melibatkan instansi terkait, termasuk mengintruksikan agar camat bersiaga.
“Dalam intruksi ke camat, kita minta memantau dan menanggulangi musibah banjir sesuai Standar Operasi penanggulangan. Agar camat aktif koordinasi dengan kabupaten melalui posko penangulangan bencana yang telah dibuka Pemkab Sambas. Sehingga bantuan bisa disalurkan ke masing-masing lokasi sesuai kebutuhan. Kalau sudah perlu dievakuasi, maka Camat sudah mempersiapkan berkaitan dengan hal tersebut,” kata Juliarti, dalam surat keterangan pers rilisnya yang diterima di Kota Pontianak.
Disebutkan, 12 ton beras sudah disiapkan bagi korban banjir. Untuk Dusun Lubuk Lagak, bantuan beras yang akan kita berikan sekitar 3 ton, termasuk keperluan lainnya.