Mayor Kavaleri Suprapto, Tak Kenal Libur untuk Menjaga Lingkungan di Bali

SENIN, 15 FEBRUARI 2016
Penulis: Bobby Andalan / Editor: Sari Puspita Ayu / Sumber foto: Bobby Andalan

SEKITAR KITA—Perawakannya tinggi tegap. Tatapannya tajam. Namun, ia sangat ramah menyapa siapa saja yang dikenalnya. Senyum selalu mengembang tiap kali ia menyapa seseorang. Mayor Kavaleri Suprapto, Komandan Rayon Militer (Koramil) Kuta Selatan.


Suprapto ikut dalam aksi penanaman mangrove yang diprakarsai oleh Forum Peduli Mangrove (FPM) Bali dalam kerangka Hari Pers Nasional. Suprapto tak hanya sekadar mengamankan gelaran penanaman mangrove itu. Namun, ia ikut terlibat turun ke laut untuk menanamkan bibit mangrove.
Tentu ia punya alasan atas aksinya tersebut. “Mangrove ini kan menjaga lingkungan dari abrasi,” kata Suprapto. Sebagai destinasi wisata dunia, ia melanjutkan, Pulau Bali harus dijaga dari segala aspek, salah satunya lingkungan.
Menurutnya, selama ini digembar-gemborkan Bali destinasi wisata tersohor. Destinasi itu daerah. Kalau destinasinya hilang digerus air, apa lagi yang mau dibanggakan, untuk itu,semua pihak, termasuk unsur TNI wajib menjaga lingkungan dan alam Bali.
Suprapto tak main-main dengan apa yang diucapkannya. Meski baru dua tahun berada di Bali, namun ia telah keliling Pulau Dewata hanya untuk menanam mangrove dengan bergandengan tangan dengan semua elemen. Gotong royong tersebut diwujudkan dengan menanam di Pantai Melasti, Ungasan, Pecatu dan daerah lainnya bekerjasama masyarakat,
Pria yang 10 tahun bertugas di Nanggroe Aceh Darussalam itu mengaku rela meninggalkan keluarga untuk berbagai hal kepentingan masyarakat. Suprapto mengaku sesungguhnya ia telah memiliki janji dengan keluarganya untuk berlibur akhir pekan. Namun, penanaman mangrove yang baginya amat penting, maka ia rela membatalkan acara keluarganya. “Tadi saya meninggalkan acara keluarga, demi sebuah kemanuasiaan dan penghijauan,” paparnya.
Terkait keramahannya terhadap masyarakat, Suprapto mengaku memang demikian-lah sepatutnya anggota TNI bersikap. Karena TNI dan rakyat harus senantiasa manunggal (bersatu padu), karena TNI milik seluruh lapisan masyarakat yang ada di Indonesia.
Lihat juga...