![]() |
| Patung Dewa Bumi |
![]() |
| Ang Ping Siang |
Mencuci Patung Dewa Tak Sekedar Membersihkan Sebuah Patung
Membersihkan atau memandikan patung dewa di klenteng, dipercaya ada berkah tersendiri bagi yang membersihkan. Karena itu, banyak warga Tionghoa antusias turut bergotong-royong memandikan atau menyucikan patung dewa.
Di sela kesibukannya memandikan patung dewa di Klenteng Fuk Ling Miao, Gondomanan, Yogyakarta, Rabu (3/2/2016), Bing Mei (60), warga etnis Tionghoa yang tinggal di kampung Mangkuyudan, Yogyakarta menuturkan, setiap tahun ia selalu turut dalam ritual memandikan patung dewa. Menurutnya, ada berkah tersendiri dari aktivitasnya membersihkan patung dewa. Antara lain, rejeki tambah lancar dan tenteram. “Saya sudah 30 tahun lebih selalu ikut membersihkan patung dewa”, aku Bing Mei.
Menurutnya, membersihkan patung dewa tidak sekedar mencuci patung. Melainkan juga penyucian hati. Karena itu, Bing Mei mengaku sebelum membersihkan patung dewa ia menjalani puasa tidak makan apapun yang bernyawa, baik daging atau hanya sekedar ikan teri, selama tiga hari. “Puasa itu dilakukan karena ketika membersihkan patung dewa itu kita juga melakukan pembersihan jiwa”, ungkapnya.
Bing Mei, saat ditemui sedang memandikan patung Dewa Chi Kong. Dewa itu menurutnya dalam kisahnya sering diceritakan sebagai dewa yang suka bercanda. Sementara dari mitosnya, dewa itu mampu memberikan berkah kesembuhan dari beragam penyakit. Bing Mei mengatakan, awal pertama masuk kelenteng ia tidak melakukan sembahyang. Lalu, ketika tidur bermimpi bertemu dengan dewa. “Dalam mimpi itu saya ditanya mengapa masuk klenteng kok tidak sembahyang. Maka, sejak itu saya mulai rajin sembahyang di klenteng”, pungkas Bing Mei
