RABU, 3 FEBRUARI 2016
Jurnalis: Charolin Pebrianti / Editor: Gani Khair / Sumber foto: Charolin Pebrianti
SURABAYA—Universitas Airlangga (Unair) menggelar sosialisasi Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SNMPTN) dan Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SBMPTN) di Aula Garuda Mukti Kampus C Unair, Rabu (3/2/2016).

Rektor Unair, Prof M. Nasih menerangkan untuk panitia lokal (panlok) penerima mahasiswa baru tahun ajaran 2016 di Surabaya ada 6 perguruan tinggi yang terdaftar.
“Panlok untuk Surabaya ada Unair, Institut Teknologi 10 November Surabaya (ITS), Universitas Negeri Surabaya (Unesa), Universitas Trunojo Madura (UTM), Universitas Islam Negeri Sunan Ampel (UIN) Surabaya, dan Universitas Pembangunan Nasional (UPN),” terang rektor di depan 300 orang Kepala Sekolah dari Sekolah Menengah Atas (SMA)/Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) se kota Surabaya.
Unair untuk penerimaan mahasiswa baru tahun ajaran 2016 terjadi kenaikan jumlah mahasiswa dengan penambahan kuota. Kuota penerimaan mahasiswa dari jalur SNMPTN sebesar 40%, SBMPTN sebesar 30% dan jalur mandiri sebesar 30%.
“Namun jangan khawatir mahasiswa mandiri pun bisa mendapatkan beasiswa, bahkan bisa kuliah gratis jika fakir miskin,” imbuhnya.
Menurut Nasih, siswa yang tidak lolos dalam SBMPTN dan SNMPTN bisa mengikuti seleksi masuk Unair lewat jalur mandiri. Tapi, meski jalur mandiri mahasiswa tidak perlu khawatir dengan biaya. Pasalnya, masih tersedia beasiswa untuk mahhasiswa jalur mandiri.
“Sedangkan untuk seleksi masuk, materi yang diujikan sesuai dengan materi didalam Ujian Nasional (UN) jadi para siswa tidak perlu bingung,” jelasnya.
Dan akreditasi sekolah berpengaruh terhadap proses penerimaan mahasiswa. Untuk sekolah akreditasi A memiliki kuota 75%, sedangkan akreditasi B memiliki kuota 50%
“Sekolah dengan akreditasi C memiliki kuota 20% dan kuota 10% akreditasi lainnya dengan sistem rangking dari sekolah masing-masing,” tandasnya.