SENIN, 1 FEBRUARI 2016
Jurnalis: Ferry Cahyanti / Editor: Sari Puspita Ayu / Sumber foto : Ferry Cahyanti
BALIKPAPAN—Dinas Tenaga Kerja dan Sosial (Disnakersos) kota Balikpapan memperkirakan gelombang pemutusan hubungan kerja (PHK) tenaga kerja di kota Balikpapan masih akan terjadi. “Diperkirakan gelombang kedua PHK akan terjadi tahun ini dan sungguh prihatin sekali kondisinya,” ungkap Kadisnakersos Balikpapan, Tirta Dewi.
![]() |
| Kadisnakersos Balikpapan Tirta Dewi |
Menurutnya, gelombang PHK terjadi karena perekonomian belum stabil dan banyak perusahaan pertambangan yang tutup akibat masih turunnya industri andalan Kalimantan Timur. Dari catatan Disnakersos jumlag PHK tahun 2015 kemarin mencapai 7 ribuan orang. Jumlah itu hanya kota Balikpapan. “Tenaga kerja yang di-PHK tahun lalu mencapai 7 ribuan. Padahal perkiraannya ga sampai segitu,” tandasnya, Senin (1/2/2016).
Tirta menjelaskan tenaga kerja yang diphk itu sebagian bekerja pada perusahaan di Balikpapan namun mereka tidak bertempat tinggal di Balikpapan. Dari pantauan Disnaker sebagian pulang kampung ke daerah asal setelah mendapatkan pesangon dari perusahaan.
Lanjut Tirta, masih akan terjadinya PPHK pada tahun ini disnaker melakukan pelatihan pelatihan peningkatan sumber daya manusia agar mereka lebih percaya diri saat membuka usaha sendiri. “Pelatihan pelatihan akan tetap dilaksanakan bagi pekerja yang terkena PHK. Bekal untuk mereka berwirausaha,” katanya.
Ketika disinggung mengenai kampung PHK yang diwacanakan oleh pemerintah tersebut, Tirta menambahkan rencana tersebut masih dibahas lebih jauh seperti lokasi dan lahan yang tepat serta konsepnya yang harus sinergi dengan instansi lainnya.
Selain itu, tahun ini ada penghematan anggaran sebesar 15 persen sehingga perlu diklasifikasi lagi program prioritas dan yang bisa ditunda.