![]() |
| Suasana pertemuan Corigap |
![]() |
| DR. Sudarmaji, Kepala BPTP Yogyakarta |
“Corigap ini berupaya untuk mendekatkan senjang hasil antara hasil panen yang dicapai melalaui riset dengan hasil yang dicapai para petani dengan teknologi yang ramah lingkungan serta efisien di bidang pertanian berkelanjutan”, katanya.
Di Yogyakarta, penerapan teknologi diterapkan bersama Kelompok Tani Sedyo Maju di dusun Jogotirto, Berbah, Sleman, dan Kelompok Tani Manunggal Patran Madurejo, Prambanan, Sleman. Sedangkan di Sumatera Selatan, program itu dilakukan di Kabupaten Banyuasin.
![]() |
| DR. Harmanto, Kepala BPTP Sumsel |
Dengan teknologi itu, pertanian padi di Sumatera Selatan yang sebelumnya hanya bisa dilakukan satu kali dalam setahun, kini bisa dilakukan dua kali. Pada tahun 2012, kata Harmanto, di Desa Telang dan Delta Saleh, Sumatera Selatan, hanya bisa menghasilkan 3,9 Ton padi per hektar sawah di musim hujan. Namun dengan penerapan teknologi yang tepat, pada tahun 2014 sebanyak 300 hektar tanaman padi mampu ditanam di musim kemarau dan di musim penghujan mampu menghasilkan lebih dari 6 Ton padi per hektarnya.
Adapun upaya yang dilakukan antara lain dengan merekomendasikan penggunaan pupuk yang sesuai dengan lokasi, pengelolaan air secara efisien karena padi tidak selalu butuh air, dan pendampingan bagi para petani. Hasil dari semua upaya itu, katanya, Indonesia tidak hanya bisa swasembada beras. Namun, juga mampu mengeksport beras kualitas premium.

