Babinsa Merupakan Ujung Tombak Informasi Awal Operasi Militer dan Kemanusiaan

SELASA, 2 FEBRUARI 2016
Jurnalis : Charolin Pebrianti / Editor: Gani Khair / Sumber foto : Charolin Pebrianti

SURABAYA—Bintara Pembina Desa (Babinsa) merupakan satuan teritorial Tentara Negara Indonesia (TNI) Angkatan Darat (AD) yang paling bawah juga paling dekat dengan masyarakat.

Kapendam V/Brawijaya, Kolonel Inf Washington Simanjutak

Kapendam V/Brawijaya, Kolonel Inf Washington Simanjutak menjelaskan sesuai Peraturan Kepala Staf TNI AD Nomor 19/IV/2008 tertanggal 8 April 2008, seorang Bintara Pembina Desa berkewajiban untuk melaksanakan pembinaan teritorial sesuai petunjuk atasannya yaitu Komandan Komando Rayon Militer.
“Karena mereka paling dekat dengan masyarakat jika ada hal-hal yang tidak beres seperti teroris maka akan segera dilaporkan dengan instansi yang berwenang,” ujarnya kepada Cendana News, Selasa (2/2/2016).
Namun bukan hanya Babinsa yang mengawasi pergerakan ‘teroris’ di desa ada Kepala Rukun Tetangga (RT), Kepala Rukun Warga (RW), Lurah, Polisi juga. Semua bersinergi bahu membahu menekan semua pergerakan teroris.
“Teroris itu musuh negara, dari rakyat sipil sampai ke pimpinan di Kodam semua pasti memusuhi teroris,” terangnya.
Washington menerangkan posisi Babinsa yang berada di bawah Komando Rayon Militer, bagian dari Komando Distrik Militer dan Komando Resor Militer, yang menginduk pada Komando Daerah Militer.
“Seorang Babinsa memiliki wilayah operasi yang luasannya bervariasi, dari cuma satu desa hingga beberapa desa,” imbuhnya.
Washington menegaskan secara pokok, tugas-tugas Babinsa meliputi mengumpulkan dan memelihara data pada aspek geografi, demografi, hingga sosial dan potensi nasional di wilayah kerjanya. Seperti aspek Sumber Daya Manusia (SDM), Sumber Daya Alam (SDA) sarana-prasarana dan infrastruktur di wilayah binaannya.
“Babinsa juga memberikan informasi awal terkini tentang kondisi dan situasi wilayah bagi pasukan tempur yang bertugas di wilayahnya. Semuanya harus dia laporkan pada komandannya pada kesempatan pertama,” tegasnya.
Jadi Babinsa bukan hanya mengurusi teroris tapi juga membantu masyarakat dalam hal lain. Contoh aplikasinya pada saat bencana alam terjadi di satu wilayah, maka Babinsa ini menjadi ujung tombak informasi awal operasi militer selain perang berupa operasi kemanusiaan TNI AD atau gabungan. 
“Babinsa banyak manfaatnya bagi masyarakat, bahkan masyarakat terkadang bergantung kepada Babinsa terhadap masalah yang dihadapi, misalnya tampungan air di sawah bocor, seorang ibu yang melahirkan tapi tidak ada biaya, semua kami tolong,” pungkasnya.
Lihat juga...