Puluhan Rumah di Desa Bakauheni Tertimbun Material Tol Trans Sumatera

SELASA, 2 FEBRUARI 2016
Jurnalis: Henk Widi / Editor: Gani Khair / Sumber foto: Henk Widi

LAMPUNG—Puluhan warga penghuni rumah di wilayah Dusun Kenyayan Desa Bakauheni ,Lampung Selatan hingga siang ini masih membersihkan sisa-sisa material longsoran tanah timbunan Jalan Tol Trans Sumatera (JTTS). Hujan lebat yang masih sering terjadi di wilayah Lampung Selatan mengakibatkan tanah labil tersebut masuk ke dalam perumahan warga berupa lumpur serta air yang masuk ke rumah warga.


Salah satu warga Kenyayan yang rumahnya terendam lumpur,John (40) mengungkapkan akibat hujan deras yang mengguyur wilayah Bakauheni puluhan rumah terendam air dan lumpur setinggi 80 cm dan mengakibatkan lantai rumah terendam.
“Rumah kami terendam longsoran lumpur yang berasal dari timbunan tanah tol berupa tanah merah akibatnya kami harus kerja keras membersihkan material lumpur tol ini,”ungkap John saat dikonfirmasi Cendana News, Selasa (2/2/2016)
Ia mengaku sebelum ada timbunan material tol di sekitar Kenyayan warga tak pernah mengalami kejadian banjir lumpur namun akibat timbunan material tol yang belum ditalud. Material timbunan tol setinggi 15 meter tersebut rawan longsor dan mengakibatkan perumahan warga tertimbun material timbunan berupa tanah dan batu.
Hal serupa dialami oleh salah satu warga lain , Muhidin yang masih membersihkan material lumpur dan air dengan membuat tanggul dari karung karung bekas diisi dengan tanah. Muhidin bersama anggota keluarga bahkan harus menaikkan beberapa peralatan elektronik yang nyaris terendam banjir.
Alat elektronik yang ada di dalam rumah warga sebagian dinaikkan ke lantai dua rumah sementara warga lain menitipkan ke rumah tetangga yang letaknya lebih tinggi. Hingga siang ini warga masih terlihat bergotong royong membersihkan material longsoran.
Warga kuatir dengan curah hujan tinggi yang masih terjadi di wilayah Lampung Selatan mengakibatkan banjir dari beberapa aliran sungai yang dipenuhi sampah ditambah dengan material tanah dari proyek pembangunan tol. Cuaca mendung dan potensi hujan yang mencapai puncaknya masih akan terjadi di wilayah Lampung mengakibatkan warga was was akan terkena banjir susulan.
Terkait longsoran material tanah timbunan tol tersebut pihak kotraktor PT Pembangunan Perumahan (PP) dan Hutama Karya belum bisa dikonfirmasi. Warga Kenyayan mengaku banjir lumpur belum pernah terjadi di wilayah mereka namun semenjak pembangunan Jalan Tol Trans Sumatera (JTTS) mengakibatkan potensi banjir masih mengancam.
Lihat juga...