MINGGU, 7 FEBRUARI 2016
Jurnalis : Adista Pattisahusiwa / Editor : ME. Bijo Dirajo / Sumber Foto: Adista Pattisahusiwa
JAKARTA — Penanganan kasus dugaan korupsi dalam pembelian Rumah Sakit Sumber Waras yang masih jauh dari harapan mendapat kritikan dari berbagai pihak, salah satunya Tokoh senior partai Golkar, Ariady Ahmad menilai. Komisi Pemberantas Korupsi (KPK) meragukan dalam menangani kasus tersebut.
![]() |
| Ariady Ahmad |
Ia menyebutkan, berdasarakan data-data yang sudah sering terungkap ke publik dan dugaan prosedur administrasi pemerintahan ditabrak, sulit disebutkan tak ada pelanggaran hukum dalam kasus tersebut. Bahkan juga didukung oleh hasil audit dengan tujuan tertentu atau audit investigatif yang dilakukan Badan Pemeriksaan Keuangan (BPK).
“Audit BPK pun sudah dipaparkan dalam forum resmi,” jelasnya sebutnya dalam press release yang diterima Cendana news, Minggu (07/02/2016)
Ariady Ahmad melihat KPK masih ragu menguusut tuntas kasus ini. Hal ini, Berbeda dengan penanganan kasus-kasus lain yang juga banyak dilaporkan oleh masyarakat. Padahal kasus tersebut dinilai merugikan negara, dan datanya sudah terverifikasi atau sahih.
“Jika audit lembaga seperti BPK masih diragukan, Lantas kepada siapa lagi penanganan kasus seperti ini harus bergantung,” katanya.
Ia menyebutkan, keanehan KPK inilah yang patut menjadi pertanyaan besar. Sebab, seiring dengan lambatnya penanganan kasus ini, tersiar kabar menyeret istana. Ada pihak yang terlibat kasus ini pernah menjadi pendukung penghuni lingkaran istana saat pilpres 2014 lalu. Hal tersebut perlu dibuktikan, serta jangan dianggap enteng.
“Jika benar lembaga semacam KPK takluk diintervensi oleh kekuasaan pemerintah, maka akan menjadi pertaruhan bagi penegakan hukum di NKRI tercinta ini,” tutupnya