Beternak Sapi, Pria Asal Madura Sukses Sekolahkan Sembilan Anak

MINGGU, 7 FEBRUARI 2016
Jurnalis: Aceng Mukaram / Editor : ME. Bijo Dirajo / Sumber foto: Aceng Mukaram

PONTIANAK — Meski usia sudah lanjut, namun Markasan (63), lelaki yang merantau dari Pamekasan Madura, Jawa Timur ini tetap semangat mencari rumput kampus Universitas Tanjugpura Pontianak, Kalimantan Barat, sejak pukul 6 pagi hingga siang tiba. Setelah rumput terkumpul, ia masukan kedalam lima karung yang dibawanya.
Markasan (63) Peternak Sapi
Berawal dari sepinya penumpang angkutan umum yang dimilikinya, dia banting stir dengan menjual kiloan oplet (sebutan angkutan kota di Pontianak) seharga Rp 1.800.000 dan mulai melirik peliharaan ternak.
 “Dulu saya sopir oplet tahun 1978 sampai tahun 2000. Oplet saya jual ditimbang kilo aja Rp 1.800.000. Oplet sepi tidak ada penumpang akibat harga DP motor murah. Saya simpan uangnya,” tuturnya saat ditemui disela aktifitasnya, Minggu (07/02/2015).
Meski belum memiliki keahlian, namun dengan modal penjualan oplet ditambah dengan tabungan, dia mencoba peruntungan dalam beternak sapi. Dengan modal awal Rp.5 juta pada tahun 2001, sapinya yang saat ini tengah dipelihara sudah berjumlah 10 ekor.
“Sapi saya ada 10 ekor. Dulu saya beli Rp.5 juta pada tahun 2001,” sebut pria yang sudah menetap di Pontianak sejak tahun 1974.
Untuk menopang biaya hidup sehari-hari bersama istri dan 9 anaknya, ia menggunakan kotoran sapi yang berada di kandangnya untuk dijadikan pupuk. Ia bakar. Selanjutnya dijual ke petani kebun sayuran.
 “Kotoran sapi ini saya simpan dulu beberapa hari. Setelah itu saya bakar. Saya kemas lagi dimasukan kedalam karung. Saya jual satu karung Rp35 ribu. Banyak yang beli,” ujarnya, bangga.
Selain itu dia juga pernah merawat sapi milik orang lain. Sistem pembagian hasil. “Saya pernah merawat  sapi milik orang. sistem bagi hasil. Namun saat ini Ia lebih fokus dengan ternaknya sendiri dengan mencari rumput dan dibawa dengan sebuah becak ke rumahnya yang terletak di Jalan Purnama, Kecamatan Pontianak Selatan, Kota Pontianak tempat memelihara sapi dibantu istrinya.
Pria asal Pamekasan ini juga menuturkan, Sapi yang sudah dewasa, ia jual ke pembeli langganannya. Dari hasil penjualan sapi itulah, ia bisa membantu dalam menyekolahkan anaknya hingga perguruan tinggi.
Lihat juga...