Alumni HMI di Balikpapan Urai Sampah Plastik Jadi BBM

SELASA, 23 FEBRUARI 2016
Jurnalis : Ferry Cahyanti/ Editor : ME. Bijo Dirajo / Sumber Foto: Ferry Cahyanti
BALIKPAPAN — Alumni HMI Fahrizal bersama Kahmi Balikpapan, Kalimantan Timur (Kaltim) berhasil mengurai ciptakan sampah plastik menjadi bahan bakar minyak (BBM) dengan menggunakan metode pemanasan tanpa oksigen (Pyirolisis) yang dipanaskan dengan suhu 360 derajat sehingga menghasilkan gas.
Fahrul mempersentasikan alat pengurai sampah jadi BBM
Fahrul mengisahkan, cara kerja dengan metode Pyirolisis yakni sampah dimasukkan dalam reaktor. Bagian atas reaktor tepat di tengahnya terdapat saluran pipa dengan dua jalur. Pipa pertama dihubungkan dengan dua wadah berisi air dan lalu pipa kedua dihubungkan satu wadah berisi air.
“Selanjutnya dari gelombang itu dipanaskan diserap air oleh air pendingin, maka gelembung akan pecah selapis demi selapis. Kemudian pecahan gelembung tersebut menjadi minyak,” terangnya Selasa (23/2/2016).
Fahrizal mengatakan dalam proses maksimal 1 kg plastik dapat menghasilkan 0,7 hingga 0,9 liter minyak bakar.
“Untuk merancang alat ini dibutuhkan waktu dua bulan dengan modal Rp2 juta. Merancang alat ini melibatkan 10 anak-anak muda mahasiswa Politeknik Balikpapan,” beber Koordinator Pembuat alat Pyirolisis. Ditambahkan, tabung reaktor yang dibuat tersebut memiliki kapasitas 10 kg yang menghasilkan minyak 7 hingga 8 liter.
“Minyak yang dihasilkan tidak bisa dibilang bensin atau diesel namun dia punya nilai antara bensin dan diesel. Kalo dipakai mesin diesel bisa atau motor dua tak, bisa juga,” tutupnya setelah mempresentasikan alatnya.
Lihat juga...