Wahyudin Albra: Perekonomian Aceh 2016 Sama Seperti Tahun Lalu

SELASA, 5 JANUARI 2016
Jurnalis: Zulfikar Husein / Editor: Sari Puspita Ayu / Sumber foto: Zulfikar Husein


ACEH—Tahun baru 2016 seharusnya menjadi semangat baru bagi sebuah daerah untuk melakukan pengembangan, terutama perkembangan perekonomian. Lalu bagaimana prediksi terkait kemajuan perekonomian Aceh ditahun 2016 ini.

Akademisi Universitas Malikussaleh (Unimal) Aceh Utara, Wahyuddin Albra,

Akademisi Universitas Malikussaleh (Unimal) Aceh Utara, Wahyuddin Albra, menilai, tahun 2016 perekonomian Aceh tidak jauh berbeda dengan tahun sebelumnya. Ia memprediksikan bahkan tahun baru ini perekonomian Aceh cenderung sama dan tidak mengalami peningkatan signifikan.

“(Perekonomian Aceh 2016) ya akan seperti ini. Tidak ada perubahan signifikan dari tahun-tahun sebelumnya, tidak akan jauh beda,” ujar Wahyuddin Albra, saat berbincang dengan Cendana News, Selasa sore, 5 Januari 2016.

Menurutnya hal tersebut disebabkan oleh minimnya investor yang berinvestasi di Aceh. Selain itu, kinerja pemerintah dalam menggenjot perekonomian Aceh juga masih belum maksimal. Hal tersebut kata dia membuat banyak pihak pesimis akan kinerja pemerintah untuk mengembangkan pembangunan sektor perekonomian.

Selain itu, Dekan Fakultas Ekonomi Universitas Malikussaleh ini menilai Pemerintah Aceh tidak terbuka dalam hal pengelolaan dana otonomi khusus (otsus). Bahkan menurutnya, selama ini masyarakat tidak merasakan langsung manfaat dari dana otsus yang melimpah tersebut.

“Kita sebenarnya agak optimis, kalau pemerintah sedikit mau membuka diri, dalam artian bahwa, kita punya dana otsus, ini harus dipikirkan untuk mengembangkan sektor yang memang mendukung perekonomian,” kata Wahyuddin.

Ia menjelaskan, untuk memajukan perekonomian Aceh, pemerintah perlu memikirkan langkah-langkah serius. Seperti mendatangkan investor untuk berinvestasi di Aceh. Kemudian perguruan tinggi yang ada di Aceh juga menyiapkan lulusan yang siap di dunia entrepreneur.

Tahun lalu, perekonomian Aceh dengan dana otsus yang begitu melimpah tidak tampak membaik. Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Aceh mencatat hingga Agustus 2015 jumlah pengangguran di Aceh bertambah 26 ribu orang dibandingkan Agustus 2014.

Hingga Agustus 2015, pengangguran di Aceh tercatat sebanyak 217.000 orang. Sementara tahun  2014 mencapai 191.000 ribu pengangguran. Jumlah ini diprediksi akan terus meningkat pada tahun 2016, jika kondisi perekonomian Aceh tidak jauh membaik seperti tahun-tahun sebelumnya.
Lihat juga...