MINGGU, 17 JANUARI 2016
Jurnalis: Ferry Cahyanti / Editor: Gani Khair / Sumber foto: Ferry Cahyanti
BALIKPAPAN—Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Manggar yang terletak di kawasan Balikpapan Timur Kota Balikpapan rencananya akan diperluas lagi tahun ini. Rencana tersebut disampaikan Kepala Dinas Kebersihan Pemakaman dan Pertamanan (DKPP) Balikpapan Abdul Aziz.
![]() |
| Gapura masuk ke TPA Manggar |
Aziz menjelaskan perluasan dilakukan bagian dari peningkatan fasilitas dari tiga zona yang ada di TPA Manggar. Perluasan akan dilakukan di zona empat yang nantinya akan dilengkapi alat penangkap gas metan.
“Di zona 4 ini juga akan dilengkapi dengan beberapa fasilitas seperti alat penangkap gas metan yang berasal dari tumpukan sampah,” ungkapnya, Minggu (17/1/2016).
![]() |
| Kepala DKPP Balikpapan Abdul Aziz |
Menurut Aziz, TPA Sampah Manggar memiliki luas 42 hektare dan yang baru tergarap sekitar 20 hektare lebih. Penambahan areal itu untuk cadangan lahan memproses sampah dengan sistem “Sanitary Landfill”. DimanaTPA Mangga bisa bertahan hingga 50 tahun ke depan.
Sementara itu, investor asal Belanda disebut tertarik mengelola sampah menjadi tenaga listrik. Ketua DPRD Balikpapan Abdulloh mengatakan belum lama ini menerima salah satu delegasi investor dari Belanda yang tertarik mengelola sampah menjadi energi listrik.
“Dalam pertemuan itu disinggung soal produksi sampah Balikpapan yang memenuhi kualifikasi untuk sumber pembangkit listrik,” katanya.
Menurut data yang disampaikan Abdulloh, tempat pembuangan akhir (TPA) Manggar sebesar 400 ton sehari, sudah cukup untuk menghasilkan tenaga listrik. Investor selanjutnya akan menjual listrik produksinya ke PT Perusahaan Listrik Negara (PLN) Persero.
“Produksi sampah sebesar 400 ton sehari itu diperkirakan cukup untuk menghasilkan listrik dengan kapasitas sekitar 50 MW. Selanjutnya investor menjual ke PLN,” ujarnya. Dari pembicaraan awal, harga produksi sekitar Rp 1300 per kva.
