Mulai Hari Ini, Car Free Day Kota Malang Bebas Dari PKL

MINGGU, 17 JANUARI 2016
Jurnalis: Agus Nurchaliq / Editor: Gani Khair / Sumber foto: Agus Nurchaliq

MALANG — Ada pemandangan yang berbeda dalam penyelenggaraan Car Free Day (CFD) kali ini. Jika biasanya setiap kali penyelenggaraan CFD, di sebelah kanan kiri jalan Ijen dipenuhi oleh Pedagang Kaki Lima, namun mulai minggu ini sampai dengan minggu-minggu selanjutnya CFD Kota Malang bebas dari PKL, seperti yang disampaikan Kasatpol PP Agoes Edy Poetranto.


Ia menyampaikan mulai hari Minggu ini para PKL dilarang masuk dan berjualan di area CFD yang berada di Jalan Ijen hingga Simpang Balapan. Hal ini bertujuan untuk memberikan rasa nyaman bagi masyarakat yang ingin melakukan aktivitas olahraga maupun aktivitas lainnya.
“Yang boleh masuk ke area CFD hanya pejalan kaki, orang olahraga, sepedah, pemain sepatu roda dan skateboard,”jelasnya kepada Cendana News, Minggu (17/1/2016).
Disinggung mengenai banyaknya komunitas maupun mahasiswa yang biasanya melakukan berbagai kegiatan di CFD, Agoes mengaku tidak mempermasalahkan hal tersebut. Ia mengatakan selama kegiatan tersebut tidak ada unsur jual beli boleh-boleh saja dilakukan. Tapi jika ditengarai ada kegiatan jual beli, maka kami anggap sama dengan PKL dan kami pasti akan melarangnnya masuk ke area CFD.
“Prinsipnya Car Free Day adalah wilayah untuk aktivitas olahraga dan juga merupakan area yang harus bebas dari PKL,”tegasnya.
Untuk mengamankan CFD dari para PKL, setiap minggunya kami akan menurunkan sebanyak 179 personil yang merupakan aparat gabungan dari Tentara Nasional Indonesia (TNI), Kepolisian Republik Indonesia (POLRI), Dinas Perhubungan (Dishub), Satuan Polisi Pamong Praja (SATPOL PP) kota Malang dan SATPOL PP dari lima Kecamatan, ungkapnya.
Sementara itu, berbagai tanggapan disampaikan masyarakat mengenai larangan PKL masuk ke area CFD kota Malang. Emil salah satu pengunjung CFD meskipun pada awalnya sempat heran karena sudah tidak adak lagi PKL yang berjualan, namun ia mengaku mendukung larang PKL berjualan di sepanjang area CFD karena menurutnya keberadaan PKL mempersempit ruang gerak masyarakat yang ingin berolahraga di tempat ini.
“Kalau ada PKL tempatnya jadi sempit. Sudah yang datang kesini ribuan orang, ditambah lagi adanya PKL malah semakin susah untuk bergerak,”ujarnya.
Berbeda dengan Emil, Yuda justru kurang setuju dengan adanya larangan tersebut karena menurutnya dengan adanya PKL, selain kita bisa berolahraga, disini kita juga bisa langsung membeli makanan untuk mengisi perut. 
“Kalau tidak ada yang jual makanan, kita kan repot harus bawa sendiri dari rumah atau jalan kaki dulu ke pasar Tugu untuk cari makanan,”keluhnya. Mungkin jangan dilarang tapi cukup dibatasi saja berapa orang yang boleh berjualan, sarannya.

Lihat juga...