Penulis: Koko Triarko / Editor: Gani Khair / Sumber foto: Koko Triarko


“Baru setelah mulai dipugar pada tahun 1980, pemukiman di sekitar Candi Boko mulai digusur. Penggalian dilakukan dan lahan menjadi kersang seperti sekarang. Pemugaran kedua disertai penggusuran dilakukan tahun 1990. Sekarang, hanya tinggal empat kepala keluarga yang masih bisa berumah di dalam komplek Candi Boko ini”, ujar Partini (45), warga setempat yang masih bisa berumah di dalam komplek percandian Boko.

Sebagai sebuah keraton, Komplek Candi Ratu Boko memiliki beberapa bagian yang disebut paseban dan pendopo keraton. Sementara itu sebagai bekas peninggalan vihara atau tempat ibadah umat Budha, Komplek Candi Ratu Boko juga memiliki peninggalan Candi Pembakaran Jenazah.
