SENIN, 11 JANUARI 2016
Jurnalis: Ebed De Rosary / Editor: Gani Khair / Sumber foto: Ebed De Rosary
MAUMERE—Enam ruang kelas disertai ruangan guru dan dua buah kamar mandi serta WC yang berada di Dusun Wegok, Desa Kajowair, Kecamatan Hewokloang, Kabupaten Sikka terancam tertutup material longsoran. Sekolah yang dibangun tahun 2009 tersebut sudah berulangkali diterjang material longsoran yang masuk ke dalam ruangan kelas.
![]() |
| Atap gedung sekolah persis sejajar dengan tebing |
Terlihat dua buah ruangan kelas masih dipenuhi pasir dan kerikil dari tebing yang berada persis selangkah di depan ruang kelas tersebut.Selain itu bagian belakang gedung tanah pondasi bangunannya pun mulai berjatuhan.Jika turun hujan dapat dipastikan material longsoran akan menumpuk di depan ruangan kelas serta menutupi jalan masuk ke kelas.
Servasia Susanti warga sekitar sekolah yang ditemui Cendana news di lokasi sekolah mengatakan, sejakdibangun tahun 2009 kondisi sekolah sudah seperti sekarang. Longsor sudah menjadi hal biasa bagi murid dan para guru di sekolah tersebut. Aktifitas belajar mengajar sebut Susanti sering tidak berlangsung akibat ruangan kelas dipenuhi material longsoran sehabis hujan deras.
“ Kalau sore atau malamnya turun hujan deras, besok pagi siswa bersama guru kerja bakti membersihkan ruangan terlebih dahulu.Kadang kegiatan belajar mengajar tidak terlaksana karena semuanya ikut kerja bakti “ tutur Susanti.
![]() |
Oktavianus Frisandi Bura, mantan murid sekolah yang kini duduk dibangku kelas I SMP saat ditanyai Cendana News menyatakan, jika musim hujan sekolah sering diliburkan karena para guru kuatir terhadap keselamatan murid. Para murid dan guru tuturnya sering berlari keluar ruangan khusunya dua ruangan di sisi utara yang sering tertimpa longsoran.
Diksaksikan Cendana News, gedung sekolah tersebut persis berada di bawah tebing dimana diatasnya berdiri bangunan rumah warga. Jika tebing tersebut dipangkas, ditakutkan akan menyebabkan bangunan rumah di atsnya akan ambruk. Tanah kapur dan berpasir ini mudah sekali longsor bila turun hujan apalagi kemiringan tebing sekitar 45 derajat.

Tidak ada areal yang datar di sekitar gedung hanya ada sekitar 4 meter persegi lahan rata yang sering dipergunakan untuk apel bendera.Sekeliling sekolah merupakan kebun milik warga yang dipenuhi tanaman kakao dan sudah berbuah.Bangunan kamar mandi dan WC berada di samping gedung sekolah sebelah selatan, menurun sekitar 3 meter ke arah barat.
Bupati Sikka, Drs.Yoseph Ansar Rera beserta wakil bupati Sikka, Drs.Paolus Nong Susar yang juga mendatangi lokasi sekolah di hari yang sama setelah mendapat informasi dari wartawan pun sontak kaget meihat kondisi tanah tempat dibangunnya sekolah tersebut yang sangat tidak layak. Keduanya pun berjalan mengontrol seluruh sudut bangunan dan menympulkan bahwa lokasi tersebut tidak layak untuk dijadikan sekolah.
“ Kami akan bahas bersama dinas pendidikan dan mencari solusi terbaik. Kalau ada lokasi tanah yang datar di daerah tersebut, sebaiknya sekolah ini harus segera dipindah agar para murid dan guru terhindar dari bencana “ tutur Ansar.
![]() |
| Bupati Sikka (baju kuning) dan wakil bupati Sikka (baju merah) sedang melihat kondisi sekolah pasca terjadinya longsoran |

