Petani Diminta Tidak Menjual Lahan Produktif untuk Kebun Sawit

SENIN, 11 JANUARI 2016
Jurnalis: Rustam / Editor: Gani Khair / Sumber foto: Rustam

KENDARI—Maraknya pembukaan lahan untuk perkebunan sawit yang terjadi hampir di seluruh provinsi di Indonesia membuat Pemda (Pemderitah Daerah) Konawe khawatir apabila hal tersebut terjadi di wilayahnya. Karena dampak yang ditimbulkan akan sangat besa.

Harus diakui bahwa perkebunan sawit sudah masuk ke wilayah Kabupaten Konawe, sungguh pun demikian ia menegaskan agar rakyat tidak menjual lahan produktifnya untuk keperluan perkebunan kelapa sawit walaupun ada tawaran harga yang sangat tinggi.

Menurut Syaiful Kerry Konggoasa, Bupati Kabupaten Konawe, Provinsi Sultra (Sulawesi Tenggara), mengolah tanah perkebunan milik sendiri, jauh lebih menguntungkan daripada harus dijual untuk perkebunan kelapa sawit dan menjadi buruh perusahaan.

Berapapun nilai jual tananya, menurut Kerry akan tetap jauh lebih menguntungkan jika diolah sendiri,   jauh lebih untung diolah sendiri. “Kalau diolah dengan menanam tanaman di kebun sendiri, lebih untung. Sebab bisa dinikmati  petani sepanjang masa,” jelasnya.

Informasi yang diperoleh dari Jefi, warga Kecamatan Pondidaha, Kabupaten Konawe, perkebunan sawit sudah berada di bantaran Sungai Konaweha. Sungai tersebut berada di kawasan Taman Nasional Rawa Aopa  (TMNRA).

Banyak masyarakat di sekitar Sungai Konaweha menjual tanahnya kepada perusahaan perkebunan kelapa sawit. Mereka jual sebab tanah tersebut tenggelam pada saar musim hujan tiba.

Lihat juga...