SENIN, 11 JANUARI 2016
Jurnalis: Ferry Cahyanti / Editor: Sari Puspita Ayu / Sumber foto: Ferry Cahyanti
BALIKPAPAN—243 hektar sawah direncanakan digarap untuk menanam padi sawah dengan target menghasilkan beras sebanyak 10 ribu ton. Tetapi intensitas hujan yang menurun membuat petani di Balikpapan menunda masa tanam.

Hal tersebut dibenarkan oleh Yosmianto selaku Kepala Dinas Pertanian, Kelautan dan Perikanan Kota Balikpapan. Ia menjelaskan pihaknya telah melakukan koordinasi dengan Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Balikpapan untuk mengetahui lebih jauh cuaca hujan perkiraan.
“Koordinasi ini kami lakukan karena dikabarkan ada el nino lagi di bagian selatan Kalimantan Timur,” jelasnya. Senin (11/1/2016).
Yosmianto juga menyampaikan bahwa antisipasi pengadaan air melalui sumur bor yang dimiliki pemerintah belum mampu memenuhi kebutuhan air untuk memulai musim tanam, sehingga masa tanam ditunda.
Keadaan berbeda dengan petani padi di kawasan pegununungan. Menurut Yosmianto, petani gunung sudah memulai musim tanam padi sejak dua bulan yang lalu. Dengan lahan seluas 120 hektar diharapkan mampu memberikan hasil yang baik dan membantu memenuhi kebutuhan beras di Balikpapan. Untuk kebutuhan beras di Balikpapan sendiri hanya 2% yang dipenuhi oleh hasil produksi petani setempat.