Persaingan Ujian Masuk Perguruan Tinggi Negeri 2016 Kian Ketat

KAMIS, 21 JANUARI 2016
Jurnalis: Koko Triarko / Editor: Sari Puspita Ayu / Sumber foto: Koko Triarko

YOGYAKARTA—Ujian Masuk Perguruan Tinggi Negeri (UMPTN) tahun ini dipastikan semakin berat. Pasalnya, pemerintah melalui Kementerian Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Kemenristekdikti) mengurangi jatah kuota penerimaan mahasiswa baru di Perguruan Tinggi Negeri (PTN) melalui jalur Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SNMPTN) sebesar 10 Persen. 

Wakil Rektor I Universitas Negeri Yogyakarta, Drs. Wardan Suyanto, MA. Ed.D

Dengan pengurangan kuota tersebut, maka jatah penerimaan mahasiswa baru di PTN melalui jalur SNMPTN menjadi hanya 40 Persen. Dengan demikian, UMPTN melalui dua jalur lainnya, yaitu Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SBMPTN) dan Ujian Mandiri (UM) menjadi meningkat. Karena itu, seleksi mahasiswa baru di PTN nanti akan semakin berat dan ketat. 
Wakil Rektor I Universitas Negeri Yogyakarta, Drs. Wardan Suyanto, MA. Ed.D., ditemui di ruang kerjanya, Kamis (21/1/2016) menjelaskan, pengurangan kuota SNMPTN mengakibatkan seleksi mahasiswa baru PTN melalui jalur tanpa tes menjadi semakin kompetitif, dan seleksi melalui jalur SBMPTN semakin ketat, karena ada pengalihan jumlah kuota SNMPTN sebesar 10 Persen ke jalur Ujian Mandiri (UM).
Dengan demikian, menurutnya, komposisi tiga jalur penerimaan mahasiswa baru menjadi 40 Persen untuk jalur SNMPTN, 30 Persen untuk jalur SBMPTN dan 30 Persen untuk jalur UM. Perubahan kuota hasil keputusan bersama Kemenristekdikti dan majelis rektor itu, kata Wardan, diharapkan bisa lebih memunculkan calon mahasiswa baru yang benar-benar berprestasi.
Dengan adanya pengurangan kuota SNMPTN, sambung Wardan, calon mahasiswa baru tidak dirugikan dan tidak perlu khawatir. Sebab, masih ada jalur lain yang bisa ditempuh, jika calon mahasiswa tersebut tidak lolos seleksi melalui jalur SNMPTN. 
Seleksi mahasiswa baru melalui jalur SNMPTN, selama ini memang menjadi favorit bagi para calon mahasiswa. Pasalnya, melalui jalur tersebut calon mahasiswa baru tidak perlu mengikuti ujian tertulis. Seleksi SNMPTN, didasarkan kepada nilai rapor, indeks integritas, portofolio prestasi siswa dan Nilai Ujian Nasional. Namun, tidak semua murid di sebuah sekolah boleh diikutkan melalui jalur SNMPTN. Melainkan, ada ketentuannya. Wardan menjelaskan, untuk Sekolah dengan Akreditasi A, boleh mengikutkan muridnya sebanyak 75 Persen dari total murid Kelas XII, lalu Sekolah dengan Akreditasi B hanya boleh mengikutkan muridnya sebanyak 50 Persen, dan Sekolah dengan Akreditasi C hanya sebanyak 30 Persen.
Penurunan kuota penerimaan mahasiswa baru melalui jalur SNMPTN sebesar 10 Persen, didasarkan kepada Pasal 5 Peraturan Menteri Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi (Kemenristekdikti) Nomor 45 Tahun 2015. Ada pun pendaftaran SNMPTN tahun ini akan mulai dibuka pada 29 Februari – 12 Maret 2016.
Lihat juga...