JUMAT, 22 JANUARI 2016
Jurnalis: Ferry Cahyanti / Editor: Gani Khair / Foto: Ferry Cahyanti
BALIKPAPAN—Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur menargetkan tahun ini produksi padi mencapai 7 ton perhektare nya. Dengan rencana luas tanam padi seluas 115.707 hektare dalam dua kali masa tanam.
![]() |
| Saat panen padi perdana di Balikpapan tahun 2015 |
Kepala Dinas Pertanian Pangan Kalimantan Timur Ibrahim menjelaskan pada 23 Januari nanti di Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) akan dilakukan tanam padi, kemudian dilanjutkan area lainnya yang masih dikawasan PPU. “PPU merupakan daerah yang memiliki produksi beras di Kaltim. Kendala yang dihadapi kini kurang tersedianya air karena masih mengandalkan air hujan,” ungkapnya saat dihubungi, Jumat (22/1/2016).
Diketahui Kabupaten Penajam Paser Utara merupakan daerah penghasil produksi terbesar se-Kaltim. Dan rencananya PPU akan membangun pintu air di sistem irigasi pada kawasan tanaman pangan untuk memperkuat produksi.
Penajam telah memiliki saluran irigasi yang lengkap, mulai dari saluran irigasi primer, sekunder, dan tersier, dengan panjang saluran mencapai 72.00 Km yang sayangnya belum dilengkapi dengan embung untuk cadangan air.
“Harapannya dengan dibangunnya pintu air masa panen akan meningkat dan produksi gabah kering giling meningkat 20 persen dari produksi sekarang yang mencapai 72.000 ton dalam setahun,” harap Ibrahim.
Sementara itu, masa tanam pada periode April dan September, kegiatan tanam padi ditargetkan mencapai 45.116 hektar, dengan target produksi sebanyak 7 ton per hektarnya. Sampai dengan saat ini, rata-rata produksi per hektar baru mencapai 5 ton.
Ibrahim menambahkan saat ini kekurangan kebutuhan beras di Kalimantan Timur masih didatangkan dari daerah Sulawesi, Jawa dan Kalimantan Selatan.