Belum Dinyatakan KLB Meski Banyak Warga Lampung Selatan Positif DBD

JUMAT, 22 JANUARI 2016
Jurnalis: Henk Widi / Editor: Sari Puspita Ayu / Sumber foto: Henk Widi
LAMPUNG—Setelah melanda beberapa kecamatan di Kabupaten Lampung Selatan diantaranya Kecamatan Sidomulyo, Kecamatan Penengahan, Kecamatan Palas, penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD) mulai menyebar di Kecamatan Ketapang. Penyakit yang diakibatkan  gigitan nyamuk Aedes Agepty itu mulai ditemukan di Desa Lebungnala Kecamatan Ketapang.


Sejak sepekan terakhir,tercatat sebanyak  tiga warga  yang terkena penyakit DBD dan dinyatakan positif oleh pihak Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kalianda. Tiga warga yang terkena DBD tersebut  adalah Leni (15)  Marni (35) dan Sari (50) . Dua warga yakni Sari dan Marni sudah diizinkan rawat jalan oleh pihak RSUD Kalianda. Sedangkan Leni, salah satu warga yang masih berstatus pelajar di sebuah sekolah tingkat SMP di Kecamatan Ketapang ini masih menjalani perawatan intensif di rumah sakit.
Kepala Desa Lebungnala, Kecamatan Ketapang Ajun Wiyono mengatakan, awalnya salah satu warganya bernama Sari yang terkena penyakit DBD di desanya. Setelah dirujuk ke RSUD Kalianda dan mendapatkan perawatan selama beberapa hari, korban diizinkan pulang kerumah dan menjalani rawat jalan.
Warga lain yang terkena penyakit DBD lainnya, menurut  Ajun adalah Marni dan Leni. Menurutnya, rumah Sari dan Marni saling berdekatan. Sedangkan rumah Leni berjarak sekitar 1 kilometer.
 “Awalnya Sari terkena gejala DBD lalu dirujuk ke RSUD Kalianda. Setelah Sari pulang ke rumah, lalu Marni terkena DBD. Marni sudah pulang dari rumah sakit, sekarang ini Leni terkena DBD. Sudah ada tiga korban positif terkena DBD di Desa Lebungnala,” tutur Ajun Wiyono Jumat (21/1/2015)
Ajun Wiyono mengaku sudah meminta kepada petugas kesehatan dari Puskesmas Rawat Inap Ketapang untuk melakukan penyemprotan atau pengasapan (fogging).
“Sampai sekarang belum ada tanggapan tentang usulan kami untuk melakukan pengasapan dari pihak Puskesmas. Warga kami sudah sangat cemas dengan adanya kasus DBD ini,” ujarnya.

Informasi yang ia terima, sejumlah desa di Kecamatan Ketapang juga mulai terjangkit penyakit berbahaya dan mematikan itu. Dia mencontohkan, desa tetangganya yakni Desa Pematangpasir.
“Informasinya, para korban yang terkena penyakit DBD di desa saya berasal dari Desa Pematangpasir. Kami tidak ingin wabah DBD ini menyebar dan merenggut nyawa korban,” ujarnya.
Sementara berdasarkan pantauan di RSUD Kalianda, kemarin, terdapat satu korban lagi dari Desa Ketapang. Korbannya adalah Mahesa (8). Korban oleh orang tuanya sudah dirawat di RSUD Kalianda sejak dua hari lalu.
“Sudah dua hari dirawat di rumah sakit. Kata dokternya, positif terkena penyakit DBD,” kata Ida (30), orang tua korban saat ditemui di RSUD Kalianda.
Namun sayang, Kepala Desa Pematangpasir H. Fathoni belum bisa dikonfirmasi terkait hal itu. Sementara itu, Kepala Puskesmas Rawat Inap Ketapang Rizal, SKM mengakui awal tahun 2016 ini di Kecamatan Ketapang sudah ada beberapa kasus penyakit DBD.
“Ya, awal tahun ini sudah ada beberapa kasus penyakit DBD. Untuk datanya, saya tidak ingat,” kata Rizal.
Berdasarkan data di kecamatan, di Desa Sripendowo terdapat 1 orang, Desa Pematangpasir 2 orang, Bangunrejo 1 orang, Lebungnala 2 orang, Tridharmayoga 2 orang dan Ruguk 1 orang.
 “Total semuanya ada 9 korban yang ada di Kecamatan Ketapang. Kami sudah melakukan foging dan pemberantasan sarang nyamuk disemua lokasi penderita,” katanya.
Belum Dinyatakan KLB
Ditemukannnya  beberapa kasus warga terserang penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD) di beberapa wilayah di Lampung Selatan diantisipasi oleh pihak terkait dengan melakukan berbagai langkah diantaranya penyuluhan pencegahan DBD,pola hidup bersih dan sehat serta pengasapan. Berdasarkan data Bidang Pengendalian Penyakit Menular Dinas Kesehatan Lampung Selatan tercatat sebanyak 40 kasus penyakit DBD di beberapa kecamatan di kabupaten tersebut. Kasus paling banyak terjadi di Kecamatan Sidomulyo.

Kepala bidang (Kabid) pengendalian penyakit menular, Dinas Kesehatan Lampung Selatan, Kristi Endarwati mengatakan meski kasus DBD sudah mencapai 40, akan tetapi belum kategori Kejadian Luar Biasa (KLB).
“Belum ditetapakan sebagai kasus Kejadian Luar Biasa (KLB), karena status itu harus ada beberapa kategori. Jika dibandingkan tahun lalu di periode yang sama, kasus lebih tinggi tahun 2015 lalu,” ungkapnya.
Dikatakannya, Dinas Kesehatan telah meminta Unit Pelaksana Tekhnis (UPT) puskesmas di kecamatan untuk meningkatkan pemantauan terhadap munculnya DBD dan segera melaporkan jika terdapat kasus di wilayahnya.
“Kami meminta UPT terus memantau munculnya kasus DBD dan melaporkannya. Dan juga memantau ketersediaan logistik seperti alat fogging dan obatnya serta abate,” terang Kristi.
Meski status belum KLB, penanganan penyakit DBD dilakukan selayaknya KLB. Karena penularan penyakit tersebut sangat cepat, sehingga harus secara inten menanganinnya.
“Kami menangani kasus penyakit ini seperti KLB, karena penularannya sangat cepat,” katanya.
Berdasarkan catatan Cendana News beberapa kecamatan yang warganya telah mengalami suspect DBD serta diantaranya positif DBD diantaranya Kecamatan Palas, Kecamatan Penengahan, Kecamatan Sidomulyo. Di Kecamatan Sragi ditemukan sebanyak lima warga setempat yang diduga menderita suspect demam berdarah dangue (DBD).

Proses pengasapan dilakukan di beberapa wilayah yang setelah dilakukan penelitian epidemologi ditemukan penderita DBD dan dilakukan pengasapan di radius 100 meter dari rumah penderita DBD.
Lihat juga...