SENIN, 25 JANUARI 2016
Jurnalis : Agus Nurchaliq / Editor : Sari Puspita Ayu / Sumber foto : Agus Nurchaliq
MALANG—Banyak cara yang bisa dilakukan untuk tetap mempertahan kesenian tradisional agar tidak punah termakan oleh jaman. Salah satu cara mempertahankan yaitu dengan mengangkatnya kedalam sebuah karya lukisan seperti yang dilakukan Agung Wahyu Nugroho mahasiswa Fakultas Ilmu dan Budaya Universitas Brawijaya (FIB UB).
![]() |
| Agung Wahyu Nugroho |
Agung menceritakan bahwa sejak kecil dirinya sudah menyukai wayang. “Meskipun tidak bisa memainkannya, tetapi sejak kecil saya sudah sering menyaksikan pergelaran wayang,” ucapnya.
Oleh karena itu, melalui tujuh karya lukisannya yang ia pamerkan di lantai satu FIB, dirinya ingin mencoba untuk mengangkat kembali cerita Wayang Kulit Epos Ramayana yang menurutnya kini sudah mulai terlupakan, jelasnya kepada Cendana News, Senin (25/1/2016).
Agung membutuhkan waktu kurang lebih enam bulan dan menghabiskan biaya sekitar tiga juta rupiah untuk menyiapkan semua lukisan yang dipamerkannya mulai tanggal 22 Januari 2016 hingga hari ini.

Dari semua lukisannya tersebut, Agung mengaku lukisan berjudul “Rahwana Tamat” lah yang menurutnya paling sulit dibuat karena menampilkan banyak tokoh seperti Rama, Rahwana, Lesmana, Sugriwa dan tokoh yang lainnya dengan membawa berbagai senjata.
“Dalam lukisan berjudul Rahwana Tamat ini, menceritakan tentang peperangan antara kubu Rama dengan kubu Rahwana,”ungkap mahasiswa asli Probolinggo ini.

Selain itu ada pula lukisan yang mengisahkan tentang Rama yang meragukan kesucian Sinta sehingga Sinta berani membakar dirinya dengan api untuk membuktikan bahwa dia masih suci, terangnya.
“Jadi semua lukisan ini sesuai dengan cerita dari Epos Ramayana kitab ke enam Yuddha Kanda, yang saya simbulkan dalam bentuk baru agar lebih menarik untuk diapresiasi dan dinikmati,” terangnya.
Melalui lukisannya ini, ia berharap generasi muda sekarang bisa tetap mengingat dan tidak melupakan kesenian serta cerita tradisional seperti wayang dan cerita Epos Ramayana.