Faza, Eks Gafatar Asal Yogyakarta, Kini Masih Mengurung Diri

SELASA, 26 JANUARI 2016
Jurnalis: Koko Triarko / Editor: Sari Puspita Ayu / Sumber foto: Koko Triarko

YOGYAKARTA—Dari ribuan orang eks Gafatar yang diketahui eksodus ke Kalimantan, sejauh ini hanya dua orang yang telah kembali kepada keluarganya, yaitu dr. Rica Tri Handayani dan Faza Anangga Novansyah. Sementara itu, ratusan lainnya yang berasal dari DI Yogyakarta masih berada di Asrama Haji Donohudan, Surakarta, Jawa Tengah.

Sukardi dan Sulistyati, orang tua Faza

Dua orang yang dilaporkan hilang dan diketahui pergi ke Kalimantan, dr. Rica dan Faza, sudah bisa pulang ke rumah karena dijemput langsung oleh keluarganya, dibantu petugas kepolisian Polda DIY. Kini, keduanya sedang menjalani pemulihan psikologis. Salah satunya, Faza Anangga Novansyah (26) warga dusun Cibuk, Sinduadi, Mlati, Sleman, Yogyakarta. 
Ditemui di kediamannya, Selasa (26/1/2016), Sukardi, ayah Faza, membenarkan, jika Faza kini tengah menjalani pemulihan psikologis. Alumni Fakultas Teknik Industri Universitas Pembangunan Nasional (UPN) Veteran Yogyakarta tahun 2014 itu, sampai hari ini juga masih mengurung diri. 
Sukardi mengatakan, kendati tampak tenang dan bisa diajak berkomunikasi secara normal, namun kejiwaannya masih labil. Sukardi mengaku harus berhati-hati setiapkali hendak melakukan komunikasi. Dengan kondisi tersebut, Sukardi belum berani mendatangkan psikiater dari pihak lain untuk melakukan pendampingan dan pemulihan psikologis putra sulungnya itu.
Didampingi isterinya, Sulistyati, Sukardi mengatakan, pendekatan dan komunikasi untuk memulihkan kondisi Faza baru bisa dilakukan oleh keluarga. Dalam hal ini ayah dan ibu kandungnya sendiri. “Kami secara perlahan dan hati-hati mencoba memulihkan kondisi psikologis anak saya,”, ucap Sukardi.
Dijelaskan lagi oleh Sukardi,  Faza memang sempat aktif sebagai anggota organisasi Gafatar. Namun sejauh mana keaktifannya, Sukardi mengaku tidak tahu. Sejak lulus dari kuliah, Faza memang sudah sibuk bekerja mandiri dengan membuka usaha air mineral yang dijualnya secara online. Saat ini pun, kata Sukardi, Faza juga selalu sibuk di depan laptopnya.
Sukardi mengatakan, selain pemulihan secara psikologis, keluarga juga melakukan pengawasan dan berencana untuk mendatangkan kyai guna melakukan upaya pembenahan akidah. “Karena saya khawatir, kalau-kalau akidah anak saya sudah keliru seperti yang banyak diberitakan selama ini tentang Gafatar”, ujar Sukardi.
Sebelumnya, Faza dilaporkan hilang pada Senin (11/1/216), lalu. Faza sebenarnya sudah pamit hendak pergi ke Kalimantan untuk bekerja. Namun karena selama hampir sebulan hilang kontak dan riuh diberitakan tentang maraknya orang hilang, Sukardi merasa khawatir. Lalu, dilakukan upaya pencarian. Sehari setelah dilaporkan hilang itu, Faza kemudian berhasil ditemukan oleh petugas kepolisian di Delta Pawan, Ketapang, Kalimantan Barat. Ia lalu dijemput petugas dari Polda DIY bersama orangtuanya pada Rabu (20/1/2016) dan tiba di Mapolda DIY pada Kamis (21/1/2016).
Saat dijemput di Kalimantan, Faza memang terlihat bingung. Ia juga mengaku sedikit menyesal, karena baru akan mulai menjalankan usahanya sudah disuruh pulang. 
Lihat juga...