SENIN, 4 JANUARI 2016
Jurnalis: Eko Sulestyono / Editor: Gani Khair / Sumber foto: Eko Sulestyono
NASIONAL—Akhirnya kebijakan Pemerintah Pusat yang mengatur tentang besaran penurunan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis Pertamax Plus, Pertamax, Pertalite, Pertamina Dex (Pertadex), Premium, Solar hingga tabung Elpiji, akhirnya mengalami perubahan lagi dalam waktu “sekejap”. (Baca: Pemerintah Akhirnya Menunda Rencana Terkait Perubahan Harga BBM)
![]() |
| Dirut Pertamina Dwi Sutjipto |
Tadi sore beberapa Menteri Ekonomi Kabinet Kerja sempat mengumumkan penundaan “pungutan” ketentuan Dana Ketahanan Energi dan sekaligus menunda perubahan harga baru berbagai jenis BBM.
Penundaan tersebut dilakukan sampai menunggu persetujuan dari Anggota Dewan Perwakilan Rakyat (DPR). Namun termyata malam ini keputusan finalnya mengalami perubahan, Pemerintah tampaknya lebih suka memilih “jalan tengah” yang membingungkan seluruh rakyat Indonesia.
Di satu sisi Pemerintah memutuskan menunda ketentuan “pungutan” Dana Ketahanan Energi, namun di sisi lain, Pemerintah akhirnya malam ini memutuskan untuk menurunkan harga berbagai jenis BBM dan tabung Elpiji.
Beberapa saat yang lalu, PT. Pertamina (Persero) akhirnya merilis secara resmi daftar perubahan harga jual eceran berbagai jenis BBM, antara lain Pertamax Plus, Pertamax, Pertalite, Pertamina Dex, Premium, Solar hingga harga tabung Elpiji dan Bright Gas.
Harga BBM jenis Pertamax Plus (Bensin non subsidi) di wilayah DKI Jakarta dan sekitarnya turun harga dari Rp. 9.650/liter menjadi Rp. 9.400/liter. Sedangkan BBM jenis Pertamax (Bensin non subsidi) turun harga dari Rp. 8.650/liter turun menjadi Rp. 8.500/liter.
BBM jenis Pertalite di wilayah DKI Jakarta dan sekitarnya turun harga dari Rp. 8.250/liter menjadi Rp. 7.900/liter, sedangkan Pertamina Dex turun harga dari Rp. 9.850/liter menjadi Rp. 9.600/liter, kemudian solar non subsidi (non PSO) turun harga dari Rp. 8.300/liter menjadi Rp. 8.050/liter.
Harga BBM jenis Premium di seluruh wilayah Jawa-Madura-Bali (Jamali) turun harga dari Rp.7.400/liter menjadi Rp. 7.050/liter. Sedangkan untuk harga BBM jenis Premium secara nasional (diluar wilayah Jamali) turun harga dari Rp. 7.300/liter menjadi 6.950/liter.
Sedangkan untuk harga BBM jenis Solar bersubsidi di wilayah Jamali setelah “dikoreksi” dengan seksama, harganya turun menjadi Rp. 5.650/ liter.
Sementara itu, harga tabung Elpiji ukuran 12 kilogram (kg) secara nasional rata-rata mengalami penurunan harga sekitar Rp. 5.600/tabung dari harga semula. Sedangkan untuk tabung elpiji jenis Bright Gas 12 kg mengalami penurunan harga sekitar 4.800/tabung dari harga semula.
“PT. Pertamina (Persero) akan segera menurunkan harga semua jenis BBM, yaitu Pertamax Plus, Pertamax, Pertalite, Pertamina Dex (Pertadex), Premium, Solar hingga harga tabung Elpiji 12 kg dan tabung Bright Gas mulai ukuran 5,5 kg-12 kg” demikian rilis resmi yang diterima Cendana News dari Humas Pertamina, mengutip pernyataan Dwi Sutjipto, Direktur Utama Pertamina, saat berada di Istana Negara, Jalan Veteran, Jakarta Pusat, Senin (04/01/2016).
Perlu diketahui sebelumnya, bahwa penurunan harga eceran berbagai macam jenis BBM hingga tabung Elpiji dan tabung Bright Gas tersebut, akan mulai efektif berlaku sejak pukul 24:00 nanti malam atau hari Selasa (05/01/2016) dini hari.