SELASA, 5 JANUARI 2016
Jurnalis: Ebed De Rosary / Editor: Gani Khair / Sumber foto: Ebed De Rosary
MAUMERE—Status guung berapi Egon yang terletak di kecamatan Waigete kabupaten Sikka sejak tanggal 22 Desember hingga saat ini masih berstatus waspada level dua. Gunung Egon yang memiliki tinggi 1.703 meter dari permukaan laut ini kembali aktif pada tahun 2006 setelah vakum selama 75 tahun. Gunung Egon tercatat pernah meletus dahsyat pada tahun 1925.
![]() |
| Gunung Egon dilihat dari pinggir jalan negera Trans flores di desa Egon kecamatan Waigete. |
Meningkatnya status gunung api aktif tersebut menyebabkan Pos Pengamat Gunung Api Egon menyarankan, dalam radius 1,5 kilometer tidakboleh ada aktifitas oleh warga maupun pengunjung atau pendaki.Dari dalam kawah gunung masih terlihat asap yang selalu mengepul.
Hal ini disampaikan Kepala Badan Penanggulangan Bencana daerah, Silvanus Tibo, SH, M. Si kepada Cendana News yang menemuinya, Selasa (05/01/2016). Dikatakan Sil, sapaan akrabnya,pihaknya setiap hari mendapat pesan singkat dari pos pemantau gunung api Egon. Untuk itu BPBD Sikka tegas Sil, personilnya selalu stand by dan tetap memantau aktifitas gunung api yang berada di dalam kawasan hutan lindung Egon Ilimedo ini.
![]() |
| Areal hutan di dalam kawasan hutan lindung Egon Ilimedo di kaki Gunung Egon |
“Sampai saat ini status gunung Egon masih waspada didukung oleh aktifitas kegempaan yang terekam. Untuk itu masyarakat kami himbau untuk tidak melakukan aktifitas dalam radius yang sudah ditetapkan “ ujarnya.
Ditambahkan Sil jika dilihat dari atas pesawat, di gunung Egon sudah terbentuk kawah baru di sebelah selatan. Jika terjadi letusan atau semburan abu maka kemungkinan besar sebagian wilayah di kecamatan Bola, Doreng dan Mapitara di bagian selatan akan terkenan dampak yang lebih besar.
Disaksikan Cendana News, Rabu (05/01/2016) dari pinggir jalan negara trans Flores di desa Ego sesekali terlihat asap dari puncak gunung Egon. Kwasan di bagian bawah gunung tersebut yang dahulunya hijau kini mulai terlihat gundul. Beberapa warga yang ditayai perihal hal ini menyampaikan sering terjadi aktifitas penebangan kayu di areal yang masuk kawasan hutan lindung ini.
![]() |
| Kawah gunung Egon yang masih aktif dilihat dari udara. |
Gunung berapi aktif yang berjarak sekitar 30 kilometer arah timur kota Maumere ibukota kabupaten Sikka ini sering disambangi para pendaki gunung dan pencinta alam.Puncak gunung Egon bisa dicapai dari desa Blidit di sebelah utara atau lewat desa Egon Gahar disebelah selatan. Jalur yang paling umum yakni melewati desa Blidit dengan waktu tempuh 2 hingga 3 jam perjalanan.
Jarak dari titik awal pendakian menuju puncak sekitar 3 kilometer. Pada gunung ini terdapat kawasan hutan Eucalyptus yang terus menanjak dan tanaman perdu yang tumbuh pendek memenuhi hamparan sekitar 1 kilometer.Kawasan di sekekliling gunung Egon dijadikan kawasan hutan lindung Egon Ilimedo seluas 19.456,8 hektar meliputi kecamatan 5 kecamatan yakni Waigete, Doreng, Mapitara, Waiblama dan Talibura serta 23 desa di wilayah tersebut.

