Warga Keluhkan Kerusakan Ruas Jalan Provinsi Tak Kunjung Diperbaiki

SELASA, 5 JANUARI 2016
Jurnalis: Henk Widi / Editor: Gani Khair / Sumber foto: Henk Widi

LAMPUNG—Kerusakan jalan di ruas Kecamatan Penengahan menuju Kecamatan Palas Kabupaten Lampung Selatan Provinsi Lampung dikeluhkan masyarakat di dua kecamatan tersebut. Kerusakan jalan yang terjadi di Dusun Kayu Ubi Desa Kekiling Kecamatan Penengahan hingga kini bahkan belum mendapat perbaikan meski kerap mengalami kerusakan selama nyaris setahun. Akibat kerusakan jalan tersebut warga bahkan memasang plang peringatan di tengah jalan sehingga pengguna jalan harus mengurangi laju kecepatan saat melintas.


Salah satu warga Dusun Kayu Ubi, Setiawan (34) mengaku kerusakan kerusakan jalan di titik tersebut sudah berlangsung nyaris setahun dengan kondisi berlubang dan beberapa bagian aspal terkelupas.Pengendara kendaraan bermotor yang melintas di wilayah tersebut bahkan harus ekstar hati hati saat melintas di titik jalan yang rusak terutama pada malam hari.
“Pernah ada kendaraan yang terjungkal karena tidak pernah melintas di jalan ini mengira kondisinya bagus tapi ternyata berlubang, beruntung hanya luka lecet dan saat malam hari kondisinya gelap tanpa penerangan membuat pengendara harus lebih hati hati,”ungkap Setiawan kepada Cendana News, Selasa (5/1/2016).
Setiawan mengungkapkan, pengendara akhirnya memilih menggunakan jalur pinggir jalan yang semakin tergerus saat hujan. Warga bahkan menempatkan beberapa bongkah batu agar pengendara tidak melintas di pinggir jalan untuk menghindari kerusakan semakin parah. Setiawan mengungkapkan lokasi yang berada dekat dengan area persawahan dan memiliki potensi sumber air diduga menjadi penyebab jalan tersebut selalu rusak meski sudah diperbaiki.

Warga sekitar mengungkapkan pada ruas jalan tersebut harus mendapat prioritas perbaikan dengan cara berbeda. Joni, warga yang tinggal tak jauh dari lokasi jalan rusak tersebut bahkan mengusulkan agar dilakukan perbaikan sistem rigid atau pengecoran dengan semen selain posisinya yang berada di tanjakan lokasi yang berpotensi mengandung mata air tersebut akan selalu amblas dan rusak jika hanya diperbaiki dengan sistem aspal.
“Tanahnya kan labil jadi harus dicor semen karena kalau tidak dikeraskan dan hanya diaspal dalam sebulan juga hancur lagi terutama banyak kendaraan tonase besar sering melintas,”ungkap Joni.
Selain titik tersebut, kondisi jalan berlubang juga banyak terdapat di ruas jalan penghubung KecamatanPenengahan, Kecamatan Palas, Kecamatan Sragi. Selain beberapa lubang yang membahayakan pengguna jalan, sambungan jembatan penghubung Kecamatan Palas dan Kecamatan Penengahan juga beberapa bagian sudah renggang sehingga membahayakan pengguna jalan terutama pengendara kendaraan bermotor.
Kondisi jalan yang rusak tersebut menurut Kepala Unit Pelayanan Tekhnis Dinas Pekerjaan Umum (PU) Kecamatan Penengahan, Budi Santoso sudah dilakukan pengecekan. Kerusakan bahkan sudah dilaporkan ke dinas PU Kabupaten Lampung Selatan untuk diteruskan ke tingkat Provinsi Lampung.
“Sudah kita lakukan pengecekan dan beberapa ruas jalan yang perlu mendapatkan perbaikan sudah dicek untuk dilaporkan ke kabupaten dan diteruskan ke provinsi untuk tindak lanjut perbaikan,” ungkap Budi saat dikonfirmasi.
Ia berharap kerusakan jalan penghubung antar beberapa kecamatan yang merupakan jalan provinsi tersebut dapat diperbaiki agar aktifitas warga tidak terhambat. Berdasarkan pantauan CDN mobilitas warga di beberapa kecamatan yang akan menuju ke Kecamatan Kalianda dan menuju Jalan Lintas Sumatera masih menggunakan ruas jalan tersebut sebagai jalan utama. 
Sebagai sentra penghasil padi di wilayah Kecamatan Sragi dan Kecamatan Palas saat musim panen kendaraan kendaraan truk bermuatan besar sering melintas di ruas jalan tersebut sehingga pada beberapa titik kerusakan jalan semakin parah.
Lihat juga...