Dua Anak di Balikpapan Meninggal Karena DBD

SELASA, 5 JANUARI 2016
Jurnalis: Ferry Cahyanti / Editor: Gani Khair / Sumber foto: Ferry Cahyanti

BALIKPAPAN—Walikota Balikpapan Rizal Effendi hari ini melakukan pertemuan dengan rumah sakit, puskesmas, dan kader juru pemantau jentik (Jumantik) untuk melakukan pencegahan intensif terhadap penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD).


“Ada pertemuan karena kita akan melakukan lebih instensif pencegahan dan sosialisai dibeberapa lokasi,.Rencananya jam satu siang ini,” ungkap Walikota Balikpapan Rizal Effendi Selasa (5/1/2015).
Sekretaris Dinas Kesehatan Kota Balikpapan Suheriyono menjelaskan dua anak yang meninggal dunia ini merupakan warga yang tinggal di RT 36 Kelurahan Telaga Sari, Kecamatan Balikpapan Kota. Peristiwa ini terjadi pada Akhir tahun 2015 dan Awal tahun 2016.
“Kemungkinan pemberantasan sarang nyamuk (PSN) kurang berjalan dengan baik. Dan menjadi perhatian pemkot untuk mengatasi masalah DBD,” ujarnya.
DKK lanjut Suheri sudah melakukan pengasapan/fogging di RT 36 terrsebut.  “Untuk itu pada sabtu (2/1/2016) lalu langsung kami melakukan foging di 3 RT sekaligus, dan kemarin (4/1/2016) dua RT juga dilakukan hal yang sama. Pokoknya foging ini terus berlajut secara bergantian di masing-masing RT,” kata Suheriyono.
Namun untuk melakukan foging itu,  disesuaikan dengan kondisi atau pontensi tingkat kasus DDB di lingkungan RT tersebut. Karena itu, pihaknya tidak sembarangan melakukan foging di semua lingkungan RT.
Sementara itu, Ketua Komisi IV DPRD Ida Prahastuy meminta kepada DKK untuk lebih konsentrasi mengatasi masalah DBD ini.  Menurutnya DKK harus melakukan tindakan preventif dengan turun ke lapangan langsung untuk sama-sama melakukan gerakan PSN dengan warga.
“Ini merupakan kejadian yang berulang-ulang berarti ada salah, coba tiru Kabupaten Mojokerjo yang bebas kasus DBD, di sana setiap Jumat pemerintahnnya turun ke lapangan melakukan kegiatan kerja bakti membersihkan lingkungan,” tandasnya.
Musim pancaroba bukanlah alasan timbulnya kasus DBD, namun jika Pemkot memiliki komitmen yang tinggi dalam  mencegah kasus DBD,  “Sudah saatnya tindakan preventif dilakukan tak hanya wacana namun tindakan yg diperlukan,” tutupnya.
Lihat juga...