Bulog NTB Bersikukuh Mendatangkan Beras Meski Gubernur Menolak

JUMAT, 22 JANUARI 2016
Jurnalis: Turmuzi / Editor: Gani Khair / Sumber foto: Turmuzi

MATARAM—Kepala Badan Urusan Logistik (Bulog), Nusa Tenggara Barat (NTB), Kuswinhartono mengatakan, distribusi beras dari Provinsi Jawan Timur ke NTB sebesar tujuh ribu ton akan tetap dilakukan, karena stok beras yang tersedia sekarang hanya cukup hingga bulan Februari 2016.

Kepala Bulog Nusa Tenggara Barat (NTB), Kuswinhartono 

“Stok beras yang tersedia di Bulog untuk kebutuhan masyarakat NTB sekarang ini hanya cukup sampai bulan Februari, yaitu 920 ton, sementara masa panen masih jauh” kata Kuswin di Mataram, Jum’at (22/1/2016)
Kuswin juga membantah kalau beras yang hendak didatangkan dari Jawa Timur ke NTB sebesar tujuh ribu ton tersebut merupakan beras impor yang didatangkan dari Vietnam sebagaimana isu yang berkembang selama ini
“Tidak ada beras impor, semua beras yang hendak didistribusikan ke NTB tersebut murni beras premium (beras lokal),” katanya
Terkait masalah serupa, beras petani yang dinilai tidak sampai 100 persen, Bulog beralasan besar kecilnya jumlah serapan gabah petani tergantung kualitas gabah termasuk harga Bulog mengacu pada Inpres no 5 tahun 2015 tentang pembelian harga gabah petani
“Dalam Inpres tersebut, harga gabah petani dengan jelas diatur, dengan harga 7200, perkwintal, jadi kalau terlalu mahal jelas tidak bisa dibeli oleh Bulog”
Sebelumnya Gubernur NTB, Zainul Majdi menolak keras rencana Bulog NTB yang hendak mengimpor beras maupun memasukkan beras dari Jawa Timur sebesar tujuh ribu ton, selain karena NTB surplus beras, kebijakan tersebut juga dinilai akan merugikan petani
Lihat juga...