| Kabut asap di Kota Padang |
PADANG — Kabut asap akibat kebakaran lahan sawit di berbagai daerah di pulau Sumatera semakin dirasakan oleh masyarakat Sumatera Barat (Sumbar), terutama Kota Padang. Meski hujan mulai turun di Kota Padang namun belum bisa mengikis asap.
Dari data yang dimiliki oleh Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Ketaping di Padang Pariaman, Sumbar mencatat, kabut yang semakin pekat ini hanya menyisakan jarak pandang 600 hingga 1.200 meter saja.
“Sejak pukul 06.00 WIB Hari ini jarak pandang terus berkurang. Pagi tadi jarak pandang yang 1.500 meter, menjadi berkurang higga 1.200 meter dan sampai sore ini sudah mendekati angka 600 meter,” ujar Analisis Cuaca BMKG Ketaping, Neli Elvira, Kamis (08/10/2015).
Neli menjelaskan,hal ini dikarenakan angin yang bergerak dari selatan ke tenggara. Sehingga kabut dari daerah asal tersebut dibawa angin hingga daerah selatan pulau Sumatera.
“Hari ini hingga besok hanya ada potensi hujan ringan di Padang namun tidak merata sehingga kabut asap belum akan hilang,” jelas Neli.
Sedangkan dari catatan Stasiun Pemantau Atmosfer Global Bukit Kototabang indeks standar pencemar udara berdasarkan konsentrasi PM 10 mencapai 296 mikrogram per meter kubik atau masuk kategori tidak sehat.
Dihubugi terpisah, Kepala Dinas Kesehatan Sumbar Rosnini Savitri mengimbau masyarakat menggunakan penutup hidung dan mulut berupa, atau masker agar terhindar dari gangguan pernapasan akibat kabut asap, dan ISPA.
“Kami mengimbau warga untuk menggunakan masker disposable berwarna hijau-putih yang biasa dijual di apotek. Masker ini sudah dilengkapi dengan kawat yang dapat melekatkan ke hidung dan penyaring debu,” ujarnya.
Menurutnya, penggunaan masker disposable lebih disarankan dibanding jenis lainnya karena terdiri dari tiga lapisan yang dapat meminimalkan terhirupnya molekul debu. Sehingga meminimalisisr masyarakat dari efek kabut asap sepert ISPA dan gangguan pernapasan lainnya.
Abil, salah seorang warga Kota Padang yang ditemui cendananews dilapangan mengatakan kabut asap hari ini, lebih pekat dari hari-hari sebelumnya, sehingga menggangu jarak pandang dalam berkendara.
“Sejak pagi kabut asap ini belum juga hilang, bahkan setelah hujan turun, kabutnya semakin pekat,” tutur Abil.
Sementara itu, aktifitas belajar mengajar di Ibukota Provinsi ini masih belum ada yang diliburkan. Kepala Dinas Pendidikan Kota Padang Habibul Fuadi, menjelaskan bahwa pihkanya masih menunggu instruksi dari pihak yang berwenang.
“Untuk kebijakan meliburkan sekolah itu tergantung rekomendasi dari Badan Pengendalian Dampak Lingkungan dan hingga saat ini kondisinya masih aman,” ujar Habibul.
Habibul hanya mengimbau agar pihak sekolah dan orang tua agar membekali pelajar dengan masker mencegah dampak kesehatan akibat kabut asap.
“Kalau untuk keputusan meliburkan sekolah, kami belum bisa mengeluarkannya, namun dengan kabut asap semakin tebal kami menganjurkan agar pelajar menggunakan masker mencegah akibat yang ditimbulkan kabut asap ini,” pungkasnya.
KAMIS, 08 Oktober 2015
Jurnalis : Muslim Abdul Rahmad
Foto : Muslim Abdul Rahmad
Editor : ME. Bijo Dirajo