Ikuti ETMC 2015, Persim Manggarai Enggan Ambisikan Juara

Ketua Persim Manggarai, Herry Ngabut
FLORES — Tim Persatuan Sepakbola Indonesia Manggarai (Persim) dari Kabupaten Manggarai, Flores, telah memastikan diri ikut berpartisipasi dalam ajang turnamen El Tari Memorial Cup (ETMC) yang pada tahun 2015 yang kembali akan digelar. Ini merupakan momen bagi masyarakat pecinta sepak bola dari berbagai Daerah Kabupaten di NTT untuk segera menyaksikan kembali sebuah kompetisi bergengsi tingkat propinsi. Kali ini iven olahraga ini akan digelar di ibukota Kabupaten Sikka, Maumere, pada 17 Oktober-10 November 2015.
Hadir dalam kompetisi ini, masing-masing Tim dari berbagai kabupaten sudah tentu mengimpikan juara. Namun, tidak demikian bagi Tim Persim. Ketua Persim Manggarai, Herry Ngabut, kepada Cendana News mengatakan, timnya siap mengikuti turnamen tersebut, tetapi bukan terutama untuk merengkuh gelar juara.
“Optimisme memang bagian dari usaha. Tapi ‘kan di atas langit, masih ada langit,” ujar Ngabut di Kantor Disperindagkop Kabupaten Manggarai, Ruteng, Selasa (13/10/2015).
Pesimisme Ngabut cukup beralasan.  Secara umum persiapan diakuinya belum maksimal. Jaminan gizi untuk para pemain di antaranya belum mendapat perhatian maksimal. 
“Sudah jalankan latihan beberapa kali. Tapi ‘kan iklim Manggarai dengan Maumere berbeda. Lagipula makanan kurang begitu terjamin. Kalau makan hanya tempe, mau dapat gizi bagaimana,” ungkapnya.
Dirinya juga pesimis terkait dengan komposisi materi pemain. Materi pemain Persim Manggarai yang akan dibawanya ke Maumere, diakui Herry, tidak bisa diharapkan banyak untuk bersaing maksimal. 
“Sebenarnya bisa dapatkan pemain dari mana-mana. Tapi terpaksa kita pakai apa yang ada. Proses seleksi pemainnya itu agak mendadak. Bagaimana kita proses kalau keterbatasan dana?,” celoteh Ngabut.
Sementara itu, terkait dengan upaya persiapan menjelang turnamen, Ngabut mengakui, pihaknya melakukan karantina pemain untuk sedikit lebih fokus menjalankan latihan. Karantina ini berlangsung selama sepuluh hari hingga jadwal turnamen tiba. 
“Karantina dilakukan di Hotel Ranaka selama sepuluh hari. Saya bayar Rp36 juta untuk biaya karantina ini,” ujarnya. 
SELASA, 13 Oktober 2015
Jurnalis       : Fonsi Econg
Foto            : Fonsi Econg
Editor         : ME. Bijo Dirajo
Lihat juga...