
FLORES — Rencana Pemerintah Daerah (Pemda) Manggarai melalui Dinas Pekerjaan Umum (PU) untuk memperbaiki kembali jembatan Wae Tibong di ruas jalan Cumbi – Golocala, Kecamatan Satarmese, disambut gembira owarga Desa Jaong.
Namun dibalik kegembiraan tersebut, warga berharap perbaikannya tidak asal jadi seperti yang diungkapkan salah satu warga, Rafael (60).
“Kita berharap, kalau nanti perbaiki, tidak asal-asalan. Tolong bikin yang baik, material mesti diperhatikan sungguh-sungguh,” ungkap Rafael kepada Cendana News, Kamis (06/08/2015).
Sejumlah material untuk perbaikan, kata Rafael, sudah ada di tempat. “Saya lihat, pasirnya saja mereka pake batu kapur. Mereka gali yang di pinggir jalan dekat jembatan. Kalau pasir itu lain. ‘Kan jadi pertanyaan, kalau memang yang di sana itu pasir, mengapa dulu mereka tidak pake itu? ‘Kan begitu. Tentu karena itu bukan pasir,” tuturnya.
Rafael menilai, kerusakan jembatan Wae Tibong yang terjadi sekarang merupakan akibat pengerjaan asal jadi. Sebelumnya diberitakan, belum setahun dibangun jembatan Wae Tibong sudah rusak lagi. Kerusakan sangat parah tampak terjadi pada oprit (sayap luar) bagian kanan jembatan tersebut. Diduga, hal ini terjadi karena pengerjaan langsung dilakukan di atas tanah tampung.
Kepala Dinas PU Kabupaten Manggarai, Ketut Suastika, berdasarkan laporan pengawas lapangan mengakui, pembangunan oprit tersebut memang lebih baiknya harus mulai dari dasar. “Saya sudah beri peringatan kepada kontraktornya dua kali, tapi persis belum ada tanggapan. Nanti kita panggil lagi,” kata pengawas lapangan pada dinas tersebut.
Ketut mengakui, pihaknya masih menahan penyerahan uang kepada kontraktor tersebut sebesar 5 persen. Nanti kalau tidak dikerjakan, kata dia, Dinas PU yang ambil alih. “Jembatannya masih dalam masa pemeliharaan, hingga bulan Desember ini,” terangnya.
Jembatan Wae Tibong merupakan salah satu jembatan yang terletak di ruas jalan Cumbi-Golocala. Ruas jalan ini, kata Ketut, ditargetkan akan menjadi jalur alternatif ke Satarmese selain melalui Gololusang yang sekarang sudah rusak. Ketut menargetkan pengerjaan aspal ruas jalan ini tuntas akhir tahun 2015.
“Akhir Augustus, sudah mulai dikerjakan aspalnya yang masih sisa,” ungkap Ketut.
KAMIS, 06 Agustus 2015
Jurnalis : Fonsi Econg
Foto : Fonsi Econg
Editor : ME. Bijo Dirajo