Kemenag Sebut Kendala Transportasi Ancam JCH asal Manggarai

FLORES — Keberangkatan sejumlah jemaah calon haji (JCH) asal Kabupaten Manggarai dan Manggarai Timur, Flores, NTT, pada tahun 2015 ini dikhwatirkan tidak berjalan sesuai rencana. Kantor Kementerian Agama Kabupaten Manggarai melalui Ketua Seksi Penyelenggara Haji dan Umrah, Jamaludin menyebutkan, kendala transportasi bisa menjadi masalah serius yang berpotensi mengancam keberangkatan dari dua wilayah tersebut.
“Kendala yang paling mendasar itu transportasi. Pas tanggal keberangkatan nanti, kami lihat hanya ada 1 penerbangan, Trans Nusa. Juga kita lihat, cuaca di Ruteng ini kurang bersahabat, mendung terus. Kalau pihak penerbangan ada konek dengan pesawat lain, tidak ada kendalanya. Kalau tidak konek ‘kan berarti ada uang yang hangus,” ungkap Jamaludin kepada Cendana News di ruang kerjanya, Selasa (11/08/2015).
Jemaah calon haji asal Manggarai dan Matim, kata Jamaludin, akan diberangkatkan melalui rute Ruteng-Surabaya. Rute inilah yang terutama dikhwatirkan pihaknya. Ia juga mengeluhkan mahalnya biaya transportasi untuk rute penerbangan Ruteng-Surabaya. “Juga saya lihat, harga tiket penerbangan Ruteng-Surabaya itu di atas Rp1 Juta semua. Ini yang paling mahal mungkin untuk seluruh NTT,” keluhnya.
Pada tahun 2015 ini, kuota Calhaj asal Manggarai yang akan berangkat ke Tanah Suci, kata Jamaludin, hanya sebanyak 16 orang. Mereka telah mendaftarkan diri jauh sebelumnya. “Karena itu, ada sejumlah syarat tertentu. Misalnya yang bersangkutan harus memiliki tabungan haji,” jelasnya.
Biaya keberangkatan, sebenarnya juga menjadi tanggung jawab Pemerintah Daerah. Namun, di Kabupaten Manggarai, hal tersebut belum terwujud.  
“Belum ada dari Pemda. Kendalanya memang di regulasi, belum ada Perda. Tapi kita sudah bicarakan, mudah-mudahan tahun depan bisa terwujud,” pungkasnya. 
SELASA, 11 Agustus 2015
Jurnalis       : Fonsi Econg
Foto            : Fonsi Econg
Editor         : ME. Bijo Dirajo
Lihat juga...