Pemkot Balikpapan Keluhkan Jatah Elpiji 3 Kilogram Beralih Ke PPU

Elpiji 3 KG

BALIKPAPAN – Pemerintah Kota Balikpapan keluhkan banyak jatah elpiji ukuran 3 kilogram yang beralih ke Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU). Hal ini karena adanya perbedaan harga jual dari masing masing daerah. 
Walikota Balikpapan, Rizal Effendi meminta kepada Pertamina untuk menangani persoalan jatah elpiji kota Balikpapan agar tidak “dilarikan” ke PPU. Akibat dari hal itu kebutuhan elpiji untuk kawasan Balikpapan Timur sering kosong.
Rizal Effendi

“Sudah saya sampaikan ke Pertamina supaya elpiji tidak lagi ke PPU karena disini harganya lebih murah,” katanya, Selasa (9/6/2015).

Diketahui Harga eceran tertinggi (HET) elpiji 3 kg di Balikpapan dijual ditingkat agen dan pangkalan sekitar Rp16 ribu/tabung sedangkan di PPU Rp20 ribu.
Dengan adanya perbedaan HET ini, Pihaknya meminta Pertamina untuk melakukan pengawasan karena keberadaan elpiji di tiap daerah itu masing-masing beda dan ada tanda-tandanya. “Yang paham itu pertamina tapi sulit memantau orang bawa itu ke PPU,” ujarnya.
Selain itu, Rizal juga minta provinsi agar HET yang berdekatan daerah harus sama sehingga tidak ada perbedaan di Balikpapan lebih murah dari PPU.
Sementara itu, Kepala Humas Pemasaran Pertamina Kalimantan Titi Andar Lestari mengatakan tidak diperkenankan penjualan elpiji 3 kg keluar dari daerah yang telah ditentukan. “ karena setiap daerah memiliki kuota masing-masing,” katanya.
Menurutnya HET di tiap daerah berbeda-beda. Untuk Balikpapan, HET yang ditentukan pemda sebesar Rp16 ribu sedangkan di PPU sebesar Rp20 ribu dan Paser RP22 ribu. “ Yang menentukan HET ini bukan Pertamina tapi pemda setempat,” tandasnya.
Untuk membedakan elpiji 3 kg jatah daerah Balikpapan atau PPU, masing-masing tabung terdapat plastic Wrap yang berbeda-beda. “ inilah yang bisa membantu pengawasan semua pihak. Untuk Balikpapan plastic wrap berwarna biru tua, PP berwarna ungu, Paser berwarna hitam, dan Samarinda Hijau tua, Kukarberwarna putih, Kutim kuning, Kubar Coklat muda, Bontang warna abu-abu, Berau berwarna merah muda dan Mahakam ulu berwaran orange,” rinci Andar.
Andar meminta semua pihak termasuk media, masyarakat dan aparat jika melihat elpiji dengan  warna plastic wrap berbeda dapat melaporkan ke Pertamina dengan mencatat nama agen atau pangkalan. 
——————————————————-
Rabu, 10 Juni 2015
Jurnalis       : Ferry Cahyanti
Fotografer : Ferry Cahyanti
Editor         : ME. Bijo Dirajo
——————————————————-
Lihat juga...